Home Headline Banyak Pelanggaran, Operator BRT Lalai Urus Uji KIR

Banyak Pelanggaran, Operator BRT Lalai Urus Uji KIR

85
0
Razia gakum BRT Semarang yang dilakukan petugas gabungan dari Dishub kota Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang.
                 SEMARANG, 24/9 (BeritaJateng.net) – Operator Bus Rapit Transit (BRT) Trans Semarang PT Minas Makmur Jaya dinilai lalai dalam melakukan kewajibannya dalam mengurus uji KIR dan perpanjangan Trayek. Pasalnya, banyak ditemui armada BRT yang habis masa uji KIR atau uji kelayakan jalannya, sudah habis.
                Hal itu diketahui, pada saat Razia gabungan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang, Minggu (24/9) sore, di Shelter Jalan Pemuda.
                  Dalam razia tersebut petugas gabungan menghentikan setiap BRT yang melintas. Razia mendadak itu membuat para sopir BRT kebingungan dan panik. Razia yang dilakukan sampai pukul 17.00 WIB itu, petugas mendapati 11 armada BRT yang uji KIR dan trayeknya sudah kadaluarsa.
                  BRT yang kedapatan uji KIR nya sudah kadaluarsa, langsung diminta untuk kembali ke garasi dan baru diizinkan jalan setelah uji KIR yang baru keluar.
                   Plt Kepala BLU Trans Semarang Ade Bhakti menyatakan, dengan kondisi tersebut pihaknya akan melakukan tindakan berupa teguran kepada pihak operator, untuk segera mengurus kelengkapan uji KIR.
Razia gakum BRT Semarang yang dilakukan petugas gabungan dari Dishub kota Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang.
Razia gakum BRT Semarang yang dilakukan petugas gabungan dari Dishub kota Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang.

“Kami memiliki kewenangan mengingatkan ke operator akan kelengkapan tersebut. Apalagi komponen biaya untuk uji KIR sudah termasuk dalam komponen perhitungan Biaya Operasional Kendaraan (BOK),” katanya, usai melakukan Razia.

                  Terkait 11 bus BRT Koridor V yang telat uji KIR, pihaknya akan menghubungi operator supaya bus tersebut untuk dikandangkan dan segera dilakukan uji KIR besok pagi. Terkait sanksi kepada operator, dalam hal ini PT Minas Makmur Jaya.
                    Dia mengatakan, tidak diurusnya uji KIR dan trayek sudah termasuk dalam kategori kelalaian atau wanprestasi terkait tanggungjawab operator untuk hal perawatan armada dan kelangkapan administrasi.
                  “Untuk sanksi akan kami buka lagi terkait kontrak, namun untuk sanksi terberat jika ini sdh termasuk kelalaian, nanti bisa kami tunda pembayaran BOK PT. Minas Makmur Jaya,” katanya.
                  Ade menegaskan, pihaknya tidak akan membayar BOK 11 armada yang melanggar masa berlaku KIR tersebut karena dinilai tidak layak jalan pada operasional 24 September ini.
                  Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Muhammad Khadik mengakui, sampai saat ini masih banyak keluhan terkait dengan operasional BRT. Sampai saat ini total sebanyak 171 keluhan terangkum sejak Juli hingga Agustus lalu dimana di bulan Juli tercatat ada 114 keluhan dari masyarakat. Aduan disampaikan melalui hotline Trans Semarang termasuk di sosial media seperti twitter, instagram, facebook di @transsemarang juga dirangkum dari media.
                        “Karenanya demi menjawab keluhan pengguna jasa tersebut, kami melakukan sidak dan diketahui ada 11 armada Trans Semarang yang sudah habis uji berlaku KIR-nya,” tambahnya.  (El)