Home Headline Banyak Pedagang Belum Percaya Penyebab Kebakaran Akibat Konsleting Listrik

Banyak Pedagang Belum Percaya Penyebab Kebakaran Akibat Konsleting Listrik

image
Kondisi Toko Pada Suka usai kebakaran. Puslabfor menyatakan Toko Pada Suka merupakan sumber api kebakaran di Pasar Johar

Semarang, 16/5 (BeritaJateng.net) – Isu yang berkembang pasca terjadinya kebakaran hebat di Pasar Johar Semarang Sabtu pekan lalu, bahwa pasar tersebut sengaja dibakar.Seiring berjalannya waktu, menguat dengan banyaknya saksi mata yang mulai angkat bicara.

Salah satu pedagang barang pecah di pasar Johar, Suparman menceritakan, pihaknya yang berjualan dekat dengan sumber titik api menilai kebakaran tersebut seperti direncanakan oleh oknum tertentu.Menurutnya jika dilihat dari warna api dan kesigapan dari para petugas pemadam kebakaran, mengindikasikan kebakaran ini ada unsur kesengajaan.”Apinya itu cepat sekali menjalar, api berwarna kuning itu melewati atas jembatan dengan waktu cepat, aneh seharusnya kalau titik apinya satu di Toko Pakaian Anak Pada Suka, kan ndak mungkin titik api menyebar dari segala penjuru,” ungkapnya.

Ia mengatakan kejanggalan lainnya terkait musibah kebakaran pasar Johar yakni titik api akibat konsleting listrik yang berasal dari toko Pakaian Anak Pada Suka juga sangat janggal. Selain kain banyak yang masih utuh, tempat meteran listrik  juga tidak terbakar.”Kalau hubungan arus pendek korslet ya meteran kobong, buktinya ndak kenapa kenapa kok,” imbuhnya.

Suprapto, Pemilik Toko Pada Suka sempat mencurahkan isi hatinya pada Walikota Semarang. Ia tak kuasa meluapkan kekesalannya karena selama ini mendapat tuduhan tokonya sebagai penyebab sumber api kebakaran Pasar Johar.”Masak semua tuduhan mengarah ke saya, bahwa toko sayalah yang menjadi penyebab semua (kebakaran, Red) ini,” kata warga Kelurahan Pindrikan, Semarang Tengah ini.

Suprapto mengaku dalam kebakaran tersebut adalah korban kebakaran, bukan pelaku apalagi penyebab kebakaran. “Saya juga menderita kerugian hampir Rp. 4 miliar, tapi kenapa saya yang dikejar kejar polisi, padahal saat kejadian penjaga pintu pasar juga ada dilokasi,” katanya sembari emosi menggebu-gebu.

Sementara itu, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi ketika dimintai tanggapannya terkait isu dibakarnya pasar Johar menjelaskan terkait dugaan-dugaan yang berkembang dimasyarakat sudah dipatahkan dengan hasil laboratorium forensik kepolisian yang hasilnya murni konsleting listrik. “Namun demikian apabila masyarakat ataupun pedagang Johar memiliki bukti kuat, pihaknya mempersilahkan untuk melaporkan ke kepolisan jika ada kesengajaan timbulnya bencana tersebut,” ungkap Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi. 

Orang nomor satu di Kota Semarang ini meminta agar isu yang berkembang dimasyarakat terkait dugaan kesengajaan dibakarnya Pasar Johar tidak meluas dan memperkeruh suasana. Menurut Hendi, kalau secara sistem pencegahan dan antisipasi kebakaran berdasarkan himbauan Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo agar secara periodik setiap 3 sampai 6 bulan memang harusnya ada upaya pemeriksaan instalasi listrik di area publik khususnya pasar tradisional, hal ini dirasa sangat tepat.

Namun Hendi tidak mengetahui apakah Dinas Pasar melakukan perawatan dan pemantauan atau tidak. “Perawatan dinas pasar harusnya ada. Coba nanti ditanyakan ke Dinas Pasar saja,” pungkas Hendi sambil berlalu. (BJ05)