Home Headline Banyak Jembatan Penyeberangan Keropos dan Tak Layak di Semarang

Banyak Jembatan Penyeberangan Keropos dan Tak Layak di Semarang

296
0
Komisi A DPRD Kota Semarang Medina, Kepala Dishub Khadik, Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yusman Ardi dalam dialog alternatif terkait E-Tilang dan Tilang CCTV

Semarang, 8/3 (BeritaJateng.net) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mencatat dari sebanyak 25 Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Kota Semarang, sembilan di antaranya dalam kondisi kurang layak.

Salah satunya di Jalan Jendral Sudirman, Kota Semarang, tepatnya di dekat SMAN 6 Semarang.

Seorang pejalan kaki, Baihaqi Anizar mengaku enggan menyeberang melalui JPO. Sebab, kondisi JPO sudah tidak terawat. Dia merasa takut jika saat menyeberang lewat JPO, pijakan yang terbuat dari kayu itu mengakibatkan hal yang tidak diinginkan.

“Takutnya kayunya keropos terus jatuh. Mending lewat jalan raya saja, JPO nya sudah rusak,” ucap Baihaqi.

Menurutnya, JPO tersebut memang perlu perbaikan agar pengguna jalan mau menggunakan JPO. Saat ini, terdapat kerusakan di beberapa bagian dari JPO tersebut. Atap JPO juga sudah hilang.

Meski kondisi demikian, masih ada pejalan kaki yang mau menggunakannya.

Seorang pejalan kaki, Tumini mengaku kerap menyebrang menggunakan JPO tersebut walaupun banyak orang yang tidak mau menggunakan.

Dia beranggapan, menggunakan JPO lebih aman pasalnya kondisi lalu lintas yang ramai.

Tumini sebenarnya tidak terlalu menghiraukan kondisi JPO yang cukup memprihatinkan selama itu masih dapat digunakan.

Namun, dia tetap berharap fasilitas umum tersebut dapat segera diperbaiki agar pengguna JPO merasa lebih nyaman.

“Kalau bisa ya diperbaiki. Soalnya, kalau hujan repot, tidak ada atapnya pasti kehujanan. Kalau pakai payung juga susah, karena posisi di atas jalan raya anginnya kencang,” ujarnya.

Sementara itu, data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, ada 25 JPO di Kota Semarang, sembilan di antaranya dalam kondisi kurang layak.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, M. Khadik mengungkapkan, JPO yang sudah tidak layak tersebut memang membutuhkan perbaikan menyeluruh.

Pihaknya pun sudah berupaya mengajukan anggaran kepada Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (SNVT P2JJ) terkait pembangunan JPO di Kota Semarang sejak 2018. Hanya saja, permohonan tersebut belum disetujui hingga saat ini.

”Pada 2019 ini, tidak ada anggaran untuk pembangunan JPO karena permintaan tersebut belum disetujui SNVT P2JJ,” terangnya. (El)