Home Nasional Bantuan Perlindungan Sosial Dinaikkan Rp. 6,2 Triliun  

Bantuan Perlindungan Sosial Dinaikkan Rp. 6,2 Triliun  

77
0
Menteri sosial Khofifah memyerahkan Kartu Indonesia Pintar kepada siswa siswi di Semarang.
        Semarang, 9/10 (BeritaJateng.net) – Pemerintah berencana menggelontorkan uang bantuan perlindungan sosial hingga mencapai Rp. 6,2 triliun dari alokasi sebelumnya yakni Rp. 5,3 triliun selama tahun 2017.
           Dalam kunjungan ke Kota Semarang, Presiden Joko Widodo selain melakukan pengarahan terhadap jajaran penegak Hukum di Akademi Kepolisian Semarang, juga memberikan bantuan perlindungan sosial.
          Untuk bantuan perlindungan sosial, diantaranya Kartu Keluarga Harapan serta Kartu Indonesia Pintar.  Untuk alokasi bantuan perlindungan sosial rencana pemerintah pusat akan menaikan anggarannya hingga mencapai Rp. 6,2 triliun dari alokasi dana Rp. 5,3 triliun selama tahun 2017.
            “Kartu Indonesia Pintar hanya di gunakan untuk keperluan sekolah, beli buku, pakaian sekolah, peralatan tulis tidak untuk beli pulsa,” ungkap Jokowi saat di hadapan para peserta penerima Kartu Indonesia Pintar di SMA Negeri 1 Semarang, Senin siang.
          Provinsi Jawa Tengah mendapat tambahan Penerima Program Keluarga Harapan atau PKH sebesar 460.000 keluarga.
           Laporan yang disampaikan oleh Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat mendampingi Presiden Jokowi di SMA Negeri 1 Semarang,Senin siang. Tambahan penerima PKH di Jawa tengah mencapai 460.000 dari total penerima saat ini yang mencapai lebih dari 900.000 keluarga, Sedangkan untuk Kota Semarang sendiri mendapat tambahan 4700 Keluarga.
           “Penambahan ini bukan karena angka kemiskinan di Jateng bertambah, namun penambahan ini dilakukan pemerintah untuk memberikan tambahan perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia, salah satunya yakni Jawa Tengah,” ujarnya.
             Bertambahnya jumlah penerima bantuan perlindungan sosial, total anggaran bantuan sosial di Jawa Tengah juga naik dari Rp. 5,3 triliun menjadi Rp. 6,2 triliun.
            “Untuk nilai bantuan KIP untuk siswa SD nilainya Rp. 400 ribu, siswa sMP nilainya Rp.700 ribu. Siswa SMA nilainya Rp 1 Juta rupiah setiap tahunnya, sedangkan untuk PKH nilai besarannya Rp. 1,8 juta, PKH untuk peningkatan gizi masyarakat, sementara KIP untuk kebutuhan sekolah dan bisa diambil setiap tri wulan”, tambahnya.
           Dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo meminta perwakilan warga lansia penerima PKH dan siswa penerima KIP untuk maju ke panggung dan diberikan pertanyaan untuk kemudian mendapatkan hadiah sepeda.
           Munijah (80) perwakilan dari lansia diminta menyebutkan nama Presiden. Munijah berhasil menjawabnya meskipun tidak nama lengkap yakni Jokowi.
             Sementara itu siswa SD Lamper Kidul 02, Okniel yang maju ke panggung, diminta Presiden Joko Widodo untuk menghapalkan Pancasila. Setelah berhasil menghapal, Presiden sempat menggodanya dengan berpura-pura tidak memberikan hadiah sepeda kepada Okniel.  Sehingga Okniel menunggu dan menagih sepeda Kepada mantan Walikota Solo itu, sehingga membuat seluruh warga yang menyaksikannya tertawa. (Nh/El)