Home Lintas Jateng Bankir Solo Pertanyakan  Mekanisme Pemblokiran Rekening Penunggak Pajak

Bankir Solo Pertanyakan  Mekanisme Pemblokiran Rekening Penunggak Pajak

image

Solo, 7/5 (Beritajateng.net)-Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kanwil II Jateng dan Otoritas Jasa Keuangan (OKJ) menggelar sosialisasipemblokiran rekening penunggak pajak yang digelar di The Royal Surakarta Heritage Hotel, Solo Kamis (7/5/2015) yang diikuti sekitar 100  pimpinan cabang perbankan di Solo. 

Sejumlah peserta yang sebagian besar dari perbankan banyak yang  menanyakan pemblokiran dan penyitaan rekening nasabah penunggak pajak. Apa saja rekening yang boleh disita atau diblokir juga terkait mekanime proses  pemblokiran tersebut. 

Agus, salah satu peserta yang berasal dari  BCA cabang Solo menanyakan jika pemilik rekening menunggak pajak, apakah rekening simpanan, rekening kredit atau rekening KPR yang bisa disita atau diblokir. Zainal salah satu peserta lainnya juga menanyakan mekanismenya apakah tanpa surat kuasa atau persetujuan dari nasabah penunggak pajak dan kehadiran saksi, pemblokiran tetap bisa dilakukan. 

“Karena hal tersebut menyangkut kerahasiaan bank. Kami punya tanggung jawab melindungi nasabah,” ungkap Zaenal dari Bank Syariah Mandiri (BSM) Solo.

Khaeruman Akhmad dari Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kanwil II Jateng kemudian menjelaskan bagaimana prosedur seharusnya bahwa pihak DJP tidak bisa begitu saja langsung memblokir atau menyita rekening nasabah penunggak pajak.”Pemblokiran atau penyitaan harus ada persetujuan nasabah dan menghadirkan saksi,” jelasnya lebih lanjut. 

Seandainya  penunggak pajak membandel dan tidak mau memberi surat kuasa, maka  DPJ akan meminta bantuan pihak  OJK untuk memblokir rekeningnya.  DJP  tidak dibenarkan memblokir rekening pribadi atau rekening kredit.  Ketua OJK Solo Mulyadi juga menerangkan terkait pemblokiran atau penyitaan rekening nasabah penunggak pajak, OJK akan   memfasilitasi jika DJP mengalami kendala. Dimana OJK dan DJP saling membantu untuk memburu pajak yang dibawa lari. (BJ24)

Advertisements