Home Ekbis Bank BTN Beri Bantuan 40 Komputer Pondok Pesantren Al Fusha Pekalongan

Bank BTN Beri Bantuan 40 Komputer Pondok Pesantren Al Fusha Pekalongan

385
0
BANK BTN SERAHKAN BANTUAN KOMPUTER. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono menyerahkan bantuan berupa 40 unit komputer kepada para santri Pondok Pesantren Terpadu Al Fusha disaksikan oleh Pendiri sekaligus pembina Ponpes Al Fusha Kyai Haji M. Dziqon, Kepala sekolah SMK Al Fusha, Andi Syafi'i Noor dan Ketua Yayasan Fasihul Lisan, Muslimina  di Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (29/5). Kegiatan sosial ke sejumlah pesantren merupakan bagian dari kegiatan CSR safari Ramadan menyambut Idul Fitri 1439 Hijriah. Selain memberikan bantuan untuk Ponpes,dalam safari Ramadan Bank BTN juga aktif memberikan bantuan sosial kepada anak yatim, veteran dan pekerja informal.
         Pekalongan, 29/5 (BeritaJateng.net) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes) dengan memberikan bantuan berupa 40 perangkat komputer pada Ponpes Al Fusha Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (29/5).
        Bertepatan dengan moment safari ramadhan, Bank BTN senantiasa ambil bagian dalam mengembangkan pondok pesantren dengan memberikan bantuan 40 perangkat komputer sebagai wujud kepedulian Bank BTN terhadap pendidikan para santri.
        “Pesantren sebagai salah satu agent of change dan pengembangan sumber daya manusia kami terus dukung untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi para santri untuk menghadapi modernisasi serta kemajuan teknologi  dan menjadikannya sebagai peluang untuk mengembangkan potensi,” kata Direktur Utama Bank BTN, Maryono di sela-sela kunjungannya ke Ponpes Al Fusha Kedungwuni, Pekalongan Selasa (29/5).
        Ponpes terpadu Al Fusha adalah Sekolah Menengah Kejuruan berbasis komunitas yang dikelola oleh Yayasan Fasihul Lisan. Ponpes yang berdiri sejak tahun 2013 tersebut memiliki tiga program keahlian yaitu teknik sepeda motor, tata busana dan akuntansi.
        Untuk pengembangan pelatihan santri, Maryono menilai dibutuhkan fasilitas yang terkait dengan akses informasi dan teknologi sehingga bantuan yang diberikan berupa perangkat computer bisa mengakomodasi kebutuhan para santri.
       “Kami berharap para santri bisa memanfaatkan informasi dan teknologi untuk kegiatan yang positif dan produktif dan bermanfaat untuk masyarakat,”  kata Maryono.
         Menurutnya, Pondok Pesantren telah lama menjadi perhatian Bank BTN, sebelumnya bank yang fokus pada bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ini meluncurkan aplikasi teknologi finansial (financial technology/fintech) bernama Mobile Apps Fintech Ponpes. Aplikasi ini bertujuan mendongkrak penghimpunan dana, dan melayani kegiatan bisnis dalam jaringan (daring) untuk kalangan santri.
         Sementara itu terkait dengan safari Ramadan, Bank BTN telah melakukan sejumlah bantuan sosial maupun santunan, diantaranya santunan kepada anak yatim, pemberian bingkisan Ramadan bagi tenaga kerja informal yang mendukung operasional kantor BTN, bantuan peningkatan sarana prasana pondok pesantren di sejumlah lokasi dengan nilai total sekitar hampir Rp 1 miliar.
         “Seiring dengan perkembangan bisnis Bank BTN, kegiatan CSR Bank BTN semakin luas, apalagi dengan program BUMN Hadir untuk Negeri yang digalakkan Kementerian BUMN,” kata Maryono.
        Sebagai informasi, kinerja Bank BTN terus melaju di tengah perlambatan bisnis perbankan tahun ini. Per April 2018,  Bank BTN mencatatkan kinerja yang positif, Dana Pihak Ketiga  tumbuh 22,13  persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 192,39 triliun.
         Sementara penyaluran kredit juga meningkat dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 205,16 triliun atau naik sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan kredit ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata perbankan. Per April 2018, Otoritas Jasa Keuangan mencatatkan pertumbuhan kredit industry perbankan sekitar 8,95%. Dengan kinerja bisnis yang baik , Bank BTN berhasil menggenjot asetnya menjadi Rp 258,74 triliun atau naik sekitar 20% dibandingkan periode April 2017. (El)