Home Lintas Jateng Banjir Rendam Areal Persawahan Siap Tanam di Banyumas

Banjir Rendam Areal Persawahan Siap Tanam di Banyumas

image
Ilustrasi

Banyumas, 30/11 (Beritajateng.net) – Sejumlah areal persawahan yang siap ditanami di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terendam banjir akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (29/11) petang.

Dari pantauan, Minggu, areal persawahan yang terendam banjir tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Kalibagor dan Sokaraja.

Salah seorang warga Grumbul Rawabengek RT 03 RW 01, Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, Karman (50) mengatakan bahwa banjir setinggi 1 meter merendam sekitar 5 hektare areal persawahan di wilayah itu.

“Padahal, areal persawahan itu siap tanam. Petaninya sudah menebarkan benih,” katanya seperti dikutip Antara.

Selain karena hujan lebat, kata dia, banjir tersebut juga disebabkan oleh luapan Kali Kaja.

Menurut dia, sekitar empat rumah warga yang berada di tepi Kali Kaja juga terancam banjir.

“Kalau gorong-gorong saluran irigasinya diperbesar atau dibuat jembatan, banjir yang merendam sawah itu bisa terbuang ke areal persawahan lainnya, sehingga genangan airnya tidak terlalu tinggi,” katanya.

Warga lainnya, Siro memperkirakan dalam beberapa pekan ke depan, banjir yang merendam areal persawahan semakin meluas dan genangan airnya makin tinggi.

Menurut dia, hal itu disebabkan karena curah hujan akan semakin meningkat.

“Saat ini masih awal musim hujan, jadi curahnya belum terlalu besar. Mungkin dalam satu minggu ke depan atau lebih, curah hujannya semakin meningkat dan banjir pun semakin tinggi, bisa mencapai 2 meter seperti biasanya,” kata dia menjelaskan.

Ketua RT 03 RW 01 Romlan (55) mengatakan bahwa banjir sering melanda wilayahnya yang dihuni 65 keluarga itu.

“Banjir biasa datang setiap musim hujan. Akibatnya, warga mengeluhkan gatal-gatal,” katanya.

Sementara di Kabupaten Banjarnegara, hujan lebat yang terjadi sejak Jumat (28/11) malam hingga hari Sabtu (29/11) telah mengakibatkan jalan antardesa di Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan, longsor sepanjang 60-70 meter.

“Akibatnya, warga Desa Kalitlaga dan Kayu Ares, Kecamatan Pagentan, harus memutar dengan jarak yang lebih jauh jika hendak menuju Pagentan karena lokasi longsor tersebut tidak bisa dilalui mobil maupun sepeda motor,” kata petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Andry Sulistio melalui saluran telepon.(ant/pj)