Home Lintas Jateng Bangunan Kota Lama yang Mangkrak Didominasi Milik Perorangan,

Bangunan Kota Lama yang Mangkrak Didominasi Milik Perorangan,

1240
0
BP2KL libatkan lintas sektor SKPD Pemkot Semarang untuk menata kawasan kota lama.

Semarang, 14/2 (BeritaJateng.net) – Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang menyebutkan bangunan-bangunan kuno yang mangkrak di kawasan Kota Lama Semarang kebanyakan milik perorangan.

“Dari inventarisis kami, ada 116 bangunan di kawasan Kota Lama Semarang yang masuk kategori cagar budaya,” kata Ketua BPK2L Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Semarang, Rabu.

Dari 116 bangunan kuno cagar budaya di kawasan Kota Lama Semarang, kata dia, 50 persennya milik instansi atau perusahaan, sementara sisanya dimiliki oleh perorangan.

Ita, sapaan akrab Hevearita yang juga Wakil Wali Kota Semarang itu mengakui ada satu bangunan kuno yang merupakan aset Pemerintah Kota Semarang, yakni Gedung Oudetrap.

Namun, kata dia, kebanyakan bangunan milik perusahaan atau badan usaha milik negara (BUMN) sudah direstorasi dan dimanfaatkan, seperti Gedung Telkom, Bank Mandiri, dan Phapros.

Menurut dia, kalangan instansi, perusahaan, dan BUMN yang memiliki aset cagar budaya di kawasan Kota Lama Semarang sudah peduli dengan pelestarian, apalagi kawasan itu sedang direvitalisasi.

“Justru yang kami berikan perhatian khusus ini yang bangunan milik perseorangan karena banyak yang tak terurus. Kalau Gedung Oudetrap milik Pemkot Semarang sudah direstorasi,” katanya.

Semestinya, kata dia, upaya revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang yang sedang digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bisa memotivasi para pemilik bangunan kuno.

“Kami rencananya akan mengajukan perda untuk bangunan-bangunan kuno yang tidak terurus ini. Bagaimana caranya di dalam perda itu akan mengatur batas waktu mangkraknya bangunan,” katanya.

Artinya, kata Ita, jika selama dua tahun pemilik bangunan kuno itu tidak memberikan perhatian terhadap aset cagar budayanya di kawasan Kota Lama maka bisa diambil alih Pemkot Semarang.

Beberapa bangunan kuno yang ada di kawasan Kota Lama yang dimiliki pribadi, lanjut dia, sudah banyak yang dimanfaatkan, seperti Museum 3D, Galeri Semarang, Spiegel, dan banyak kafe.

“Memang tidak mudah untuk mengonservasi bangunan cagar budaya, tetapi kami siap memberikan pendampingan. Kalau yang milik instansi sudah siap, tetapi kan harus lewat penganggaran dulu,” katanya.

Ita berharap semakin banyak bangunan di kawasan Kota Lama yang dikonservasi dan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seiring dengan revitalisasi kawasan itu yang ditarget rampung 2019. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here