Home Headline Bandara Semarang Gelar Rapat Koordinasi Antisipasi Cuaca Ekstrem

Bandara Semarang Gelar Rapat Koordinasi Antisipasi Cuaca Ekstrem

Semarang, 9/2 (BeritaJateng.net) – PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Jenderal Ahmad Yani bergerak cepat untuk mengantisipasi cuaca ekstrem sejak akhir pekan lalu. Hal tersebut terbukti dengan kembali beroperasinya Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang pada Minggu (7/2), sehari setelah sempat ditutup pada Sabtu (6/2) karena penanganan yang cepat.

Respon cepat manajemen Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang juga dilakukan dengan langsung menindaklanjuti arahan Menteri Perhubungan yang meninjau langsung Bandara Jenderal Ahmad Yani pada Minggu (7/2), melalui penyelenggaraan rapat evaluasi banjir di bandara dan jalan akses menuju bandara yang dilaksanakan di Ruang Rapat 1 Kantor Cabang Bandara Jenderal Ahmad Yani secara langsung dan virtual pada Senin (8/2).

Rapat dipimpin oleh Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) serta dihadiri oleh Direktur Operasi beserta jajaran AP 1 lainnya, Pemerintah Kota Semarang, Direktorat Jenderal SDA, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Lanumad Ahmad Yani, Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana, Dinas Pusdataru Prov. Jateng, Dinas Pekerjaan Umum, BMKG, Konsultan PT. Geo Sarana Guna, dan Konsultan Perencana LPPM Universitas Diponegoro.

Dalam kunjungannya pada Minggu (7/2), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memerintahkan Angkasa Pura I Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang untuk menginventarisasi sistem pengendalian air, kolam, saluran air, dan kapasitas pompa di bandara.

General Manager Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Hardi Ariyanto menjelaskan, pada 6 Februari 2021 merupakan kondisi cuaca ekstrem di Kota Semarang dan sekitarnya, di mana curah hujan mencapai 171 milimeter atau setara dengan kurang lebih 50% dari total rata-rata curah hujan dalam sebulan sehingga melebihi kapasitas pengendalian banjir di bandara.

“Menanggapi kejadian tersebut, Angkasa Pura I akan melaksanakan evaluasi pengendalian banjir di sisi udara dan sisi darat secara menyeluruh, baik pada sisi utara maupun sisi selatan dengan memperhatikan laju penurunan tanah serta dilakukan review kondisi drainase dan pompa eksisting untuk memastikan kesesuaian hasil perencanaan dengan kondisi real di lapangan jika kondisi serupa terulang kembali,” ujar Hardi.

Terkait rencana jangka pendek, Bandara Jenderal Ahmad Yani beserta instansi terkait akan melaksanakan evaluasi pengelolaan air di bandara (ponding dan kapasitas pompa), evaluasi kapasitas lokasi pembuangan air dan evaluasi kualitas struktur perkerasan landasan akibat banjir. Berdasarkan evaluasi tersebut, nantinya pihak bandara dan instansi terkait akan menyelaraskan rencana ke depannya untuk mengantisipasi agar kejadian banjir tidak terulang kembali seperti kemarin.

Hal-hal di atas merupakan inisiasi pengelola bandara dan instansi terkait secara cepat agar penanggulangan banjir di area bandara dan jalan akses menuju bandara segera teratasi sehingga banjir tidak terjadi lagi.

“Kami harap dengan adanya evaluasi jangka pendek ini dapat mempercepat langkah-langkah strategis agar operasional penerbangan selalu berjalan dengan baik dan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan di area bandara sehingga dapat memberikan keamanan dan kenyamanan para pengguna jasa bandara,” tutupnya. (El)