Home Headline Bandara Semarang Akui Sulit Deteksi Sabu Disembunyikan di Anus

Bandara Semarang Akui Sulit Deteksi Sabu Disembunyikan di Anus

331
BNNP Jateng Gagalkan Penyelundupan Sabu, Modus Dimasukkan Dalam Perut

Semarang, 4/5 (BeritaJateng.net) – Kepala Bagian Keamanan dan Keselamatan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Dedy Sri Cahyono, mengaku belum menemukan cara yang jitu untuk mendeteksi penyelundupan barang terlarang, seperti narkoba jenis sabu-sabu yang ada di bandaranya.

Apalagi, jika sabu-sabu itu diselundupkan dengan cara disembunyikan di dalam organ vital, seperti anus maupun alat kelamin perempuan.

“Silakan Bapak cari atau googling di Internet belum ada [alat] yang bisa mendeteksi sabu-sabu maupun non-logam. Kalau mendeteksi tubuh atau body scanner itu pun hanya menunjukkan warna,” ujar Dedy saat dijumpai wartawan dalam gelar penyelundupan narkoba di Kantor BNN Jateng.

Dedy menyampaikan hal tersebut menanggapi modus yang dilakukan dua tersangka pengedar narkoba asal Batam, HH alias Pakdhe, 55, dan DAT alias DN alias Dedy Ambon, 36, dalam mengelabuhi pemeriksaan petugas di Bandara Ahmad Yani Semarang. Kedua tersangka itu menyelundupkan barang terlarang dengan cara menyembunyikan atau menyimpan di dalam organ vital, yakni anus.

Kendati demikian, cara dua tersangka yang merupakan anggota jaringan narkoba Malaysia dan Batam itu akhirnya terungkap. HH diringkus apara BNN Provinsi Jateng saat hendak menyelundupkan 250 gram sabu-sabu di Bandara Ahmad Yani Semarang, Kamis (25/4/2019). Sementara DAT ditangkap di rumahnya di Perumahan Marina Garden, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis malam.

Dedy menambahkan selama ini pemeriksaan terhadap penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang hanya dilakukan melalui alat pemindai seperti X-ray maupun metal detector. Peralatan itu sangat canggih mendeteksi logam yang dibawa penumpang, namun belum mampu mendeteksi bahan-bahan organik, seperti narkoba.

“Kalau disimpan di dalam tas bisa kelihatan semua, baik organik maupun logam,” ujar Dedy.

Kendati demikian, Dedy menyatakan pihaknya akan terus berupaya dalam melakukan pencegahan penyelundupan narkoba melalui Bandara Ahmad Yani Semarang. Salah satunya dengan melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak BNN Jateng.

“Kita kan juga punya peralatan CCTV [camera closed television] untuk mengawasi gerak-gerik penumpang yang mencurigakan. Jadi semua gerak-gerik pengunjung kita monitor,” kata Dedy.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Jateng, Brigjen Pol. Muhammad Nur, mengaku modus menyelundupkan sabu-sabu dengan cara menyimpan di dalam anus bukan kali pertama dilakukan tersangka. Sebelumnya, tersangka HH juga pernah melakukan cara serupa di Bandara Ahmad Yani Semarang.

“Dia sudah dua kali. Pertama lolos, yang kali kedua tertangkap,” ungkap Nur.

Nur mengaku berhasil membongkar kasus penyelundupan sabu-sabu yang dilakukan HH setelah mendapat informasi. Setelah meringkus HH, BNN Jateng lantas berkoordinasi dengan BNN Provinsi Kepulauan Riau untuk meringkus DAT. (Nh/El)