Home Headline Bandara Cilacap Siap Layani Pemindahan Bali Nine

Bandara Cilacap Siap Layani Pemindahan Bali Nine

Bandara Tunggul Wulung Cilacap yang nanti akan jadi transit terpidana mati "Bali Nine"
Bandara Tunggul Wulung Cilacap yang nanti akan jadi transit terpidana mati "Bali Nine"
Bandara Tunggul Wulung Cilacap yang nanti akan jadi transit terpidana mati “Bali Nine”

Cilacap, 24/2 (BeritaJateng.net) – Bandar Udara Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah, siap melayani proses pemindahan dua terpidana mati anggota “Bali Nine”, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, dari Bali ke Pulau Nusakambangan.

“Kami siap tapi sampai saat ini, kami belum dapat informasi,” kata Kepala Bandara Tunggul Wulung Olivar Sibat di Cilacap, Selasa.

Ia mengatakan jika pemindahan dua terpidana mati itu menggunakan pesawat carter biasanya akan ada pemberitahuan satu hari sebelum kedatangan.

Menurut dia, informasi tersebut diperlukan untuk menyiapkan tempat parkir bagi pesawat carter yang akan mendarat di Bandara Tunggul Wulung.

“Tempat untuk parkir harus ATC (Air Traffic Control) kita yang menentukan. Kalau di luar Bandara Tunggul Wulung, kita enggak tahu,” katanya.

Disinggung mengenai kemungkinan pesawat Sukhoi yang direncanakan turut mengawal pemindahan dua terpidana mati itu akan ikut mendarat di Bandara Tunggul Wulung, dia mengatakan bahwa hal itu bisa saja terjadi, namun tergantung berapa pesawat yang akan mendarat.

Menurut dia, pesawat yang bisa mendarat di Bandara Tunggul Wulung maksimal berjenis ATR 72-500 seperti yang digunakan Pelita Air untuk melayani rute penerbangan Halim Perdanakusumah-Tunggul Wulung pergi pulang.

“Kita harus tahu jenis pesawat yang akan mendarat dan berapa jumlahnya karena di sini ada pesawat-pesawat yang parkir sehingga akan kita ‘ungsikan’ dulu. Artinya, kita keluarkan dulu,” katanya.

Ia mengatakan bahwa hingga saat ini, sebanyak 24 pesawat latih milik lima sekolah penerbangan parkir di Bandara Tunggul Wulung.

Saat ditanya kemungkinan dua terpidana mati itu dipindah menggunakan pesawat carter jenis helikopter dan mendarat di helipad yang berlokasi di Nusakambangan, Oliver mengaku tidak tahu mengenai hal itu.

Menurut dia, jika ada sebuah helikopter yang turun di helipad kemungkinan hanya sekadar memberi informasi ke bandara terdekat.

“Mungkin hanya sekadar informasi,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber Antara di Nusakambangan, helipad yang berlokasi di samping Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu saat ini telah dibersihkan dan dicat sehingga muncul dugaan jika pemindahan dua terpidana mati anggota “Bali Nine” akan menggunakan helikopter dan langsung mendarat di pulau penjara itu.

“Bisa jadi menggunakan helikopter dan turun di helipad Lapas Batu. Apalagi kabarnya, pemindahan itu dikawal pesawat tempur Sukhoi milik TNI,” kata salah seorang polisi berpakaian preman.

Sebelumnya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro mengatakan TNI sudah menyiapkan satu Skuadron Sukhoi untuk mengawal proses pemindahan terpidana mati asal Australia dalam kasus “Bali Nine” dari Lapas Kerobokan Bali menuju Lapas Nusakambangan.

“Kami juga sudah menyiapkan pasukan Raiders dan Kavaleri untuk tindakan pengamanan terhadap dua terpidana mati, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan mulai dari Lapas Kerobokan menuju Bandara Ngurah Rai Bali,” katanya di Kupang, Senin (23/2).

Jenderal berbintang dua mengemukakan hal itu ketika ditanya soal kesiapan TNI dalam menghadapi proses pemindahan terpidana mati kasus “Bali Nine” dari Bali menuju Lapas Nusakambangan.

“Sudah ada perintah dari Panglima TNI untuk membantu pengamanan proses pemindahan terpidana mati. Satu Skuadron Sukhoi disiapkan untuk mengawal pesawat hercules yang mengangkut terpidana mati. Ada juga patroli di laut dan juga pengamanan darat,” katanya usai mengadakan pertemuan dengan Komisi I DPR-RI di Kupang. (ant/BJ)

Advertisements