Bandara A Yani Lakukan Rekayasa Parkir untuk Atasi Kepadatan dan Kemacetan

Maket desain Bandara Ahmad Yani Semarang yang tengah dikerjakan.
           Semarang, 16/6 (BeritaJateng.net) – Otoritas Bandara Ahmad Yani, PT Angkasa Pura I akan memanfaatkan lapangan voli dan halaman masjid sebagai lahan parkir untuk menampung kendaraan selama arus mudik dan arus balik. Selain itu, parkir taksi juga dipindah ke bagian belakang agar pengunjung bandara lebih leluasa.
            General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani, Maryanto mengatakan saat ini persoalan parkir menjadi masalah serius karena keterbatasan lahan.
           “Daya tampung normal lahan parkir itu hanya sekitar 350 mobil, jika ada delay penerbangan dan banyak mobil menginap kemacetan bisa sampai Kalibanteng,” jelasnya di Fave Hotel Semarang. Dengan rekayasa perparkiran tersebut, maka daya tampung bisa bertambah hingga 200 kendaraan.
            Dikatakan, untuk gardu parkir juga digeser hingga mendekati rel sehingga daya tampung antrean bisa lebih panjang tapi tidak meluber ke Kalibanteng. “Bahkan jika kondisi sangat crowded nanti bisa juga dilakukan pola buka tutup jalur agar pergerakan kendaraan tetap ada,” jelas Maryanto.
Desain Bandara Ahmad Yani Semarang yang tengah dikerjakan.
Desain Bandara Ahmad Yani Semarang yang tengah dikerjakan.

Sementara untuk menekan kebocoran pemasukan dari parkir, PT Angkasa Pura I melalui anak perusahaannya akan mengambil alih mulai pertengahan bulan Juli 2017. Seluruh pengendara yang melewati gardu harus mengambil karcis, termasuk keluarga TNI AU meski tidak perlu membayar.

             Soal posko Lebaran, Maryanto menyampaikan akan dimulai 15 Juni hingga 11 Juli. “Untuk penerbangan akan selesai pada pukul 22.00 namun standby personal hingga pukul 24.00. Penerbangan dimulai lagi pukul 05.00,” jelasnya. Kebijakan ini diterapkan karena saat ini Bandara Ahmad Yani sedang dalam tahap pembangunan.
             Menurut Maryanto, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 23 Juni dan arus balik 2 Juli. “Perkiraan penumpang sekitar 11 ribu per hari, tidak akan ada banyak lonjakan dari hari-hari normal. Saat ini sudah ada enam maskapai yang mengajukan extra flight,” terangnya. Jalur penerbangan yang paling ramai adalah Jakarta-Semarang. (El)

Tulis Komentar Pertama