Home Headline Bambang Pacul : Survey Litbang Kompas Sudah Diberi Bumbu Politik

Bambang Pacul : Survey Litbang Kompas Sudah Diberi Bumbu Politik

618

SEMARANG, 21/3- Hasil survey Litbang Kompas yang menunjukkan elektabilitas pasangan Capres 01 turun menjadi 49,2 persen mendapat reaksi dari beberapa pihak. Salah satunya dari Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jateng Jokowi-Ma’ruf Amin, Bambang Wuryanto yang menilai, hasil survey tersebut telah diberi bumbu politik untuk menciptakan persepsi tertentu.

“Survey adalah sebuah riset akademis. Tapi kemudian dibumbui dengan bumbu-bumbu politik, sehingga dipersepsikan. Sudah diolah,” katanya, Kamis (21/3/2019).

Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng tersebut mengatakan, bila dicermati, dalam hasil survey tersebut ada ekstrapolasi elektabilitas di angka 57-61 persen. Dia menganggap itu adalah survey yang diolah. Lantas dipersepsikan kepada publik agar mengira Jokowi-Ma’ruf Amin akan kalah.

“Sangat berbeda. Itu olahan survey, riset diolah agar terdapat bahasa politik, agar semangat pendukung Jokowi mentalnya jatuh dan pendukungnya surut,” ujar Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR RI tersebut.

Sebelumnya, survey Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf berada di angka 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Adapun, 13,4 persen responden menyatakan rahasia. Jarak elektabilitas kedua pasangan calon semakin menyempit menjadi 11,8 persen.

Bambang mencontohkan hasil survey yang menunjukkan di Jateng dan Yogyakarta, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 61,6 persen tidaklah sesuai kenyataan di lapangan.

Sebab, dari survey internal partai yang dilakukan, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin di Jateng justru naik terus. Dalam survey internal 10 hari lalu, elektabilitas pasangan 01 mencapai 68,8 persen. Hasil survey termutakhir bahkan naik di angka 72 persen.

“Itu 100 persen salah, mengolah angkanya salah. Jateng justru naik terus, secara periode tidak pernah turun,” ujar pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu.

Dia juga mempertanyakan akurasi survey Litbang Kompas. Sebab, pada Pilgub Jateng lalu, pasangan Ganjar-Yasin disebutkan akan meraih suara 79 persen. Faktanya, suara yang diraih 57 persen.

“Bagaimanapun sebuah survey tak bisa dipercaya penuh. Tidak boleh berpegang mati pada survey. Survey hanya alat kita agar bekerja lebih baik lagi,” kata politisi asal Sukoharjo tersebut.

Dikatakannya, menjelang waktu pencoblosan, upaya pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Jateng terus dilakukan. PDI Perjuangan, lanjutnya, masih mengandalkan pergerakan dari para caleg. Selain itu, ada 48 kelompok relawan di Jateng yang telah didaftarkan. “Pak Jokowi punya relawan yang terus bergerak. Sedangkan partai punya pasukan reguler dan non reguler. Semua terus bergerak,” tandasnya.

(NK)