Home Ekbis Bambang Krebo Ajak Pengelola BKK Perbaiki Mental dan Perilaku

Bambang Krebo Ajak Pengelola BKK Perbaiki Mental dan Perilaku

532

SEMARANG, 15/1 (Beritajateng.net) – Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Bambang Kusriyanto mengajak para pengelola Badan Kredit Kecamatan (BKK) se Jawa Tengah untuk meningkatkan profesionalisme dan memperbaiki mental serta perilaku diri dan jajarannya agar institusi yang dipimpinnya bisa tumbuh besar dan sehat.

Bambang Kusriyanto mengungkapkan hal tersebut saat memberi paparan dalam Focus Group Discussion (FGD) “Perubahan Perda 4/2017 untuk percepatan transformasi PT BKK Jateng dan penyelesaian status PD BKK” yang diselenggaran oleh Biro Perekonomian Setda Jateng di Togo Resort dan Goa Rong View, Tuntang Jawa Tengah, Rabu (15/1).

“Aturan dibuat sebagus apapun kalau mental dan perilakunya buruk ya percuma,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Bambang Krebo ini menjelaskan, mental dan perilaku pengelola menjadi sorotan utama mengingat selama ini banyak terjadi kasus yang menimpa bank yang sahamnya dimiliki Pemprov Jateng dan Pemkab/kota tersebut.

“Selama mental dan perilakunya gak dirubah ya tetap saja akan ditemui praktek praktek KKN, kredit macet tinggi dan sebagainya. Kalau tidak punya integritas, BKK tidak akan pernah maju,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Bambang Krebo juga menyoroti kondisi ke 29 BKK yang rata rata memiliki angka NPL (non performance loan) tinggi. Tingginya NPL ini sering disebabkan pengelola yang hanya ingin mengejar target tanpa memperhitungkan kelayakan kreditur dan proses penagihannya. Oleh karena itu Bambang mengajak selurih oengelola BKK untuk berlomba lomba menurunkan NPL.

“NPL kan harusnya maksimal 5 (ketentuan OJK), lha ini banyak yang diatas 5 bahkan 10, 20 dan seterusnya. saya mengajak ayo berlomba lomba turunkan NPL,” ajaknya.

Sebelumnya PlT Kepala Biro Perekonomian Khaerudin mengatakan, dari 29 BKK di Jateng hanya 7 yang kondisinya sehat. Sedangkan 22 lainnya kondisinya sakit.

“Dua BKK malah dinyatakan tidak bisa disembuhkan yakni Pringsurat (Temanggung) dan Klaten,” bebernya.

Dengan demikian, tambah Khaerudin, jumlah BKK yang masuk dalam proses konsolidasi sebanyak 27 BKK. itupun dengan ketentuan ke 20 BKK yang sakit harus disehatkan dulu.

27 BKK yang saat ini dalam proses penggabungan (konsolidasi) rencananya juga akan diikuti merger dengan BPR/BKK dan menjadi PT BPR BKK Jateng. Merger ini diyakini akan menghasilkan sebuah bank yang besar. Saat ini aset seluruh BPR BKK se Jateng jumlahnya sudah mencapai Rp. 9 triliun lebih. Jumlah ini diyakini merupakan jumlah yang sangat besar untuk sebuah bank lokal bahkan nasional.

(NK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × one =