Home Kesehatan Balita Hydrocepalus di Blora Butuh Uluran Tangan

Balita Hydrocepalus di Blora Butuh Uluran Tangan

301
0
Balita Hydrocepalus di Blora Butuh Uluran Tangan
         BLORA, 21/11 (Beritajateng.net) Seorang balita 2 tahun di kabupaten Blora menderita penyakit kepala membesar atau biasa disebut hydrocepalus sejak berada dalam kandungan. Balita pasangan suami istri Partono (29) dan Rahayu Widasari (19) inipun membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatannya.
          Sungguh malang nasib yang dialami Yemima Fara Natalia. Sejak dalam kandungan ia didiagnosa mengalami gangguan di kepalanya berupa kelebihan cairan. Akibatnya pasca lahir, kondisi kepalanya pun membesar tidak seperti  bayi pada umumnya.
         Menurut pengakuan ayah Yemima, putri pertamanya tersebut diketahui ada gangguan di kepalanya pada saat usia kandungan 9 bulan. Pasca lahir dengan cara Cesar, kondisi kepalanya sudah membesar.
          “Awalnya pas umur kandungan 6 sampai 8 bulan di USG belum ketahuan. Pas 9 bulan saya USG lagi baru ketahuan kalau di kepalanya ada cairan berlebih. Waktu lahiran dokter juga menyarankan untuk Cesar”, ungkap Partono di rumahnya Selasa (21/11/2017).
Balita Hydrocepalus di Blora Butuh Uluran Tangan

Meski menderita penyakit sejak kecil, namun Yemima belum pernah mendapatkan perawatan medis yang memadai. Kondisi perekonomian keluarga yang tidak mampu membuat Yemima hanya dirawat di rumah. Sehari-hari Partono hanya bertani di sawah sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga.

         “Waktu umur 13 hari saya bawa ke yayasan kasih bunda di Semarang. Di sana dilakukan CT scan, saat dilihat dokter, dokter bilang wah ini percuma ga bisa dioperasi, walaupun dioperasi dia (dokter) bilang gak akan bertahan lama”, katanya menirukan ucapan dokter.
         Selama ini bantuan dari pemerintah kabupaten  juga tidak kunjung datang, padahal sejumlah pejabat sudah sering berdatangan namun hanya diberikan janji. Kini kedua orang tua Yemima hanya bisa pasrah dan terus berharap ada keajaiban terhadap anaknya agar kondisi bisa kembali normal.
(MN/El)