Home Headline Balai Veteriner Semarang Diminta Kreatif Gali PAD

Balai Veteriner Semarang Diminta Kreatif Gali PAD

337
0

SEMARANG, 9/5 (beritajateng.net) – Balai Veteriner yang pengelolaannya berada di bawah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah diminta tidak hanya menunggu pemasukan dari retribusi tetapi kreatif menggali PAD dari berbagai sumber.

Anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah Mustholih mengungkapkan, banyak PAD yang bisa diperoleh kalau jajaran Balai Veteriner mau bekerja dengan cerdas dan kreatif tidak hanya secara konvensional menunggu masyarakat datang.

“Sekarang ini kan banyak sekali kelompok kelompok masyarakat pecinta hewan, rangkul mereka buat kegiatan kontes kucing misalnya,” ungkapnya saat berkunjung di Klinik Hewan Bawen Kabupaten Semarang, Selasa (8/5).

Politisi PAN ini menjelaskan, dalam kegiatan kontes hewan misalnya kucing, ada beberapa sub bidang penilaian seperti kesehatan hewan serta aspek aspek penilaian lainnya.

“Pecinta hewan piaraan seperti kucing pasti dengan senang hati dan mau keluar uang untuk event seperti ini,” jelasnya.

Mustholih yang juga mengaku sebagai pecinta kucing, menambahkan, untuk memeriksakan kesehatan kucing beayanya lebih besar dibanding manusia.

“Kucing tidak punya BPJS, ongkos sekali periksa ke dokter hewan lebih mahal dibanding ke dokter umum,” bebernya.

Mustholih juga menyoroti masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui keberadaan Klinik Hewan Bawen. Untuk mengatasi hal tersebut dia minta agar promosi terkait pentingnya kesehatan hewan dan keberadaan klinik hewan lebih digencarkan di masyarakat.

Senada dengan Mustholih, Anggota Komisi C Mifta Reza mengatakan, pengelola Balai Veteriner khususnya klinik hewan harus mau jemput bola bila ada keluhan dari masyarakat mengenai kesehatan hewan piaraannya.

“Hewan yang sakit, dagingnya tidak sehat untuk dikonsumsi bahkan bisa membahayakan manusia. Ini peran pentingnya balai ini,” ungkapnya.

Reza juga menyoroti beberapa UPT dibawah Balai Veteriner yang tidak berfungsi optimal. Satu diantaranya adalah Pos Lalu Lintas Ternak di Cepu Kab Blora. Pos ini menempati sebuah ruko tidak dipengkapi sarana parkir kendaraan dan tempat menampung hewan ternak.

“Pos seperti ini terlalu dipaksakan, menurut saya cari tempat yang lebih memadai dan ruko ini dialih fungsikan untuk layanan lainnya,” urai Reza.

Sementara itu Kepala Balai Veteriner Semarang Tantri, mengatakan akan segera menindaklanjuti masukan dari Anggota Komisi C. Pada kesempatan tersebut Tantri menyampaikan beberapa permasalahan yang dialami pihaknya.

Salah satu diantaranya adalah keberadaan jalan tol yang mengakibatkan lalu lintas ternak tidak lagi melalui depan pos pemeriksaan hewan ternak. Sehingga pihaknya mengaku kehilangan banyak PAD dari sektor tersebut.

“Kami mohon bantuan dewan agar ada regulasi yang bisa “memaksa” kendaraan pengangkut hewan ternak masuk ke pos pemeriksaan,” katanya.

Terkait dengan keluhan tersebut, Mustholih akan mengupayakan dibuatnya MoU dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng agar dilakukan razia angkutan hewan ternak seperti yang dilakukan terhadap penunggak pajak kendaraan bermotor.

Balai Veteriner Semarang pada tahun 2017 yang lalu menyumbang PAD sebesar Rp. 354,8 juta dari target sebesar Rp. 350,4 juta. Sementara itu pada tahun 2018 balai ini ditargetkan menyumbang PAD sebesar Rp. 354,2 juta, dan sampai dengan bulan April yang lalu terealisasi sebesar Rp. 101,2 juta.

(NK)