Home News Update Balai Rehabilitasi Sosial Melepas Penerima Manfaat

Balai Rehabilitasi Sosial Melepas Penerima Manfaat

Temanggung, 31/12 (Beritajateng.net) – Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita Kartini Temanggung, Jawa Tengah, melepas sebanyak 80 penerima manfaat penyandang disabilitas intelektual setelah selesai menjalani rehabilitasi di institusi milik Kementerian Sosial tersebut.

Kepala Bidang Penyaluran dan Bimbingan Lanjut Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita Kartini, Ruh Sanyoto di Temanggung, Rabu, mengatakan sejumlah penerima manfaat tersebut terdiri atas 75 orang program reguler dan lima orang program daycare.

“Mereka terbagi atas penerima manfaat kualifikasi A 10 orang, kualifikasi B 32 orang, dan kualifikasi C 38 orang,” katanya.

Ia mengatakan sebanyak 80 orang penerima manfaat yang dinyatakan purna rehabilitasi sosial tersebut berasal dari 27 kabupaten/kota dari enam provinsi di Indonesia.

Ia menuturkan para penerima manfaat mengikuti rehabilitasi di BBRSBG Kartini dalam waktu antara dua hingga enam tahun.

“Waktu rehabilitasi para penerima manfaat ditentukan oleh kondisi masing-masing anak,” katanya.

Ia mengatakan apabila di sekolah atau institusi lain setiap kelulusan terdapat siswa yang mendapat ranking atau prestasi terbaik, tetapi di BBRSBG Kartini Temanggung tidak mengenal hal tersebut.

“Justru inilah yang menjadi keunikan atau daya tarik tersendiri karena yang terbaik adalah pembimbingan maupun pendampingan oleh orang tua. Demikian juga nilai-nilai yang tertera di surat tanda tamat rehabilitasi (STTR), ada yang sama, ada yang beda tipis antara kualifikasi A, B, dan C,” katanya.

Sebelum acara penyaluran penerima manfaat 2014, para orang tua penerima manfaat yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengikuti “parent training”.

Kepala Seksi Penyaluran BBRSBG Kartini, Retno Utami mengatakan tujuan rehabilitasi sosial bagi penerima manfaat yaitu memiliki kemampuan yang memadai untuk berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat, mendapatkan penghidupan dan kehidupan yang layak atau kemandirian penerima manfaat sesuai potensinya.

Ia menuturkan untuk mencapai tujuan tersebut terdapat tiga sasaran garap, yaitu penerima manfaat, keluarga, dan masyarakat.

“Keluarga sebagai sasaran memiliki peran penting dalam mencapai target fungsional rehabilitasi sosial khususnya setelah penerima manfaat purna rehabilitasi, maka terdapat kebutuhan perlunya keluarga mempunyai kesiapan yang mantap dalam menyikapi dan menindaklanjuti program rehabilitasi sosial agar berkesinambungan,” katanya. (Ant/BJ)

Advertisements