Home Hiburan Bakal Ada Film Tentang W.R. Supratman Di Peringatan Sumpah Pemuda

Bakal Ada Film Tentang W.R. Supratman Di Peringatan Sumpah Pemuda

80
0
Bakal Ada Film Tentang W.R. Supratman Di Peringatan Sumpah Pemuda

Semarang, 22/7 (BeritaJateng.net) – Sebuah film yang menceritakan tentang perjalanan sejarah Wage Rudolf Supratman, pencipta Lagu Indonesia Raya, bakal diluncurkan menyambut peringatan Sumpah Pemuda 2017.

“Sosok W.R. Supratman tidak bisa dilepaskan dari sejarah bangsa Indonesia,” kata Executive Produser Film “Wage” M. Subchi Azal Tsani di sela syukuran proses syuting film itu di Semarang.

Film biopik yang diberi judul “Wage” itu menampilkan Rendra sebagai pemeran tokoh W.R. Supratman, serta sederet aktor dan aktris lainnya, seperti Tengku Rifnu Wikana dan Annisa Putri Ayudya.

Bahkan, Ecky Lamoh, mantan vokalis grup band rock Edane yang populer era 1990-an ikut ambil bagian sebagai sahabat Wage dalam film layar lebar yang disutradarai oleh John de Rantau itu.

Menurut Subchi, W.R. Supratman berjuang dengan biolanya hingga bangsa Indonesia sekarang ini memiliki mahakaryanya luar biasa, yakni lagu Indonesia Raya yang menjadi lagu kebangsaan.

“Negara tanpa lagu kebangsaan ibarat masakan tanpa garam. Di balik lagu kebangsaan Indonesia Raya, terdapat sosok Wage asal Desa Somongari, Purworejo, Jawa Tengah,” pungkasnya.

Andi Shavic, produser film itu menambahkan rencananya syuting film akan dimulai hari ini hingga 25 hari ke depan di berbagai kota, seperti Kota Lama Semarang, Magelang, Klaten, Solo, dan Yogyakarta.

“Kami minta pada tanggal 28 Oktober 2017 bisa tayang nasional karena film ini tidak hanya mengobarkan nasionalisme, tetapi semangat toleransi. Bertepatan peringatan Sumpah Pemuda,” katanya.

Rendra yang memerankan sosok Wage mengaku awalnya merasa berat dengan peran yang dimainkannya, tetapi dengan proses panjang akhirnya bisa menjalaninya dengan nyaman dan begitu menjiwai.

“Ya, termasuk proses eksplorasi dengan mendatangi tempat beliau. Memang ini pertama saya datang ke Semarang, dan pertama kali pula memasuki kawasan Kota Lama Semarang,” katanya.

Sementara itu, Ecky Lamoh yang kebagian peran sebagai sahabat Wage bernama Scholten menjelaskan sosok Wage memang piawai dalam musik klasik, seperti Mozart, dipengaruhi “swing jazz”.

“Nah, di film itu, Scholtenlah yang cukup banyak berperan mendorong Wage, memberikan support. Jangan mau jadi budak, bangkitkan bangsamu. Dia juga yang banyak memberikan wawasan kepada Wage,” katanya.

Kalau bisa bermain musik klasik Mozart, kata dia harus pula mengenal sosok Mozart sehingga dari situlah wawasan kebangsaan Wage mulai muncul, salah satunya menciptakan lagu Indonesia Raya. (El)