Home Ekbis Ayo Kunjungi Pameran Gelar Inovasi UMKM Koperasi dan PKBL Expo 2015

Ayo Kunjungi Pameran Gelar Inovasi UMKM Koperasi dan PKBL Expo 2015

image

Semarang, 21/5(BeritaJateng.net) – Sebanyak 50 stand pameran dari berbagai daerah seluruh Indonesia mengikuti pameran Gelar Inovasi UMKM, Koperasi dan PKBL Expo yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang. Keterlibatan mereka sebagai upaya dalam mengembangkan jaringan dan bisnis antar daerah dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Desember mendatang.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Semarang , Litani Satyawati mengatakan jika UMKM di Indonesia memerlukan sebuah jaringan yang luas di dalam negeri dalam menghadapi gempuran produk asing dalam pasar bebas tersebut. Jangan sampai harga jualnya mahal dan kualitas kalah dengan produk asing.“Secara kualitas kita tak kalah dengan negara lain, sehingga kini diperlukan pendampingan dan pembinanaan secara berkesinambungan agar mereka tahan terhadap serangan produk asing,” Katanya.

Sebagai usaha produktif, mereka akan memperkenalkan aneka produk unggulan masing-masing daerah dimana antar UMKM mempromosikan produk dngan kualitas mumpuni, harga bersaing, dengan karakter dan keunikan khas masing-masing daerah yang langsung didatangkan dari pengrajinnya langsung.“Mereka datang dari Jatim, Aceh, Kalimantan, Sumatera, Banjarmasin, Bengkulu, Sukabumi, serta para BUMN dan perusahaan swasta nasional. Mereka bertemu di pameran ini secara langsung baik para produsen maupu pembelinya untuk dikembangkan lebih lanjut,” tuturnya.

Dikatakannya, dalam pameran ini secara spesifik tidak menitik beratkan pada jumlah omset transaksi penjualan melainkan pada jejaringan yang lebih luas dalam pemasaran dan penyebaran informasi produk UMKM antar daerah di tanah air. Mereka secara langsung juga ditemukan sebagai bahan wawasan dan saling bertukar pengetahuan tentang keunggulan dan potensi pasar antar daerah. “Mereka membutuhkan jaringan yang luas dan kuat sebagai modal mengahadapi produk asing di pasar bebas MEA,” ucapnya.

Karena, tambahnya, secara kualitas produk UMKM dalam negeri tak kalah dengan produk asing. Hanya saja kadang UMKM masih enggan mengurusi hal-hal kecil yang sebenarnya sangat penting. Semisal dalam hal packaging dan branding produk.Sebagai contoh Litani mengatakan, ada sekitar 11ribu UMKM yang ada di Semarang yang terdata oleh Dinas Koperasi dan UMKM, dengan persentase separuhnya sudah siap menghadapi pasar bebas MEA nanti. Mereka memiliki produk unggulan seperti kain batik, makanan olahan dan handycraft yang tak kalah secara kualitas dengan produk asing.

“Separuhnya masih kurang percaya diri, serta masih belum tersentuh secara kreatif dalam hal packaging dan branding produk mereka. Sehingga mereka masih enggan untuk tampil secara lebih luas,” tuturnya.

Sehingga untuk mendorong kreatifitas packaging dan branding, pihaknya telah meneken MOU dengan bekerjasam pada tiga Universitas yakni Udinus dan UNNES melalui Fakultas DKV (Desain Kreatif Visual) sebagai sayarat kelulusan bagi mahasiswanya.“Kita bekerjasama dengan universitas dengan Jurusan DKV nya, dimana pihak kampus mewajibkan mahasiswanya untuk menjadi pendamping satu UMKM dalam mendesain branding dan packaging produk UMKM yang dibimbingnya,” terangnya.

Selain itu, dari sisi permodalan kini lebih dimudahkan dengan adanya pinjaman UMKM oleh pihak perbankan yang sudah bekerjasam. Mereka memberikan fasilitas kredit bungan ringan yakni sebesar 6% pertahun.“Syaratnya mudah, daftarkan dan ajukan pinjaman melalui Dinas Koperasi UMKM lalu kami akan datang untuk survei, selanjutnya rekomendasi pinjaman akan kita berikan kepada perbankan yang kita tunjuk,” tambahnya.(BJ06)