Home Kesehatan Awas!!! Tidur dengan Headset Bisa Sebabkan Tuli Permanen

Awas!!! Tidur dengan Headset Bisa Sebabkan Tuli Permanen

SEMARANG, 20/3 (BeritaJateng.net) – Penggunaan headset untuk mendengarkan musik ataupun menonton film jelang tidur sering dilakukan oleh banyak orang. Padahal  kebiasaan menggunakan headset sebelum menjelang tidur bisa menyebabkan tuli secara permanen.
        Hal ini disampaikan dr Pujo Widodo, Sp.THT-KL dari RSUP dr Kariadi Semarang. Ia mengatakan jika kebiasaan tersebut sangat buruk dan lebih baik dihilangkan karena bisa menyebabkan tuli secara permanen. Pasalnya suara bising yang berasal dari headset yang digunakan lebih dari 2 jam bisa merusak sel rambut koklea, lebih parahnya jika terlanjur rusak tidak bisa diobati lagi.
        “Kerusakan ini tidak bisa diobati, selain mendengarkan headset suara bising lainnya yang bisa menyebabkan tuli permanen adalah bermain musik di studio lebih dari 2 jam,” katanya di sela peringatan Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran, Gigi Mulut dan TB Sedunia.
        Gangguan pendengar lain, selain dari suara bising biasanya berasal dari  kotoran telinga. Sebenarnya kotoran telinga berfungsi sebagai pelindung. Namun bila sudah penuh atau menutup telinga menjadikan penyebab kurang berfungsinya pendengaran. “Idealnya kotoran telinga harus dibersihkan dengan menggunakan cotton buds yang ukurannya lebih kecil dari lubang telinga,” tuturnya.
        Sakit pilek, batuk pun bisa mengganggu pendengaran. Selain itu adanya kuman didalam telinga yang biasa disebut kopoken pun menjadi sebab terjadinya gangguan pendengaran pada anak. Jika dibiarkan terjadi khususnya pada anakn tentunya akan menganggu proses belaja yang menganggu tumbuh kembang anak.
        “Gangguan pada gigi pun bisa mengganggu tumbuh kembang anak, beberapa masalah gigi dan mulut yang sering muncul dewasa ini antara lain karies gigi, karang gigi dan radang gusi. Karies gigi atau gigi berlubang seringkali mempengaruhi prestasi anak,” tambah Drg Budi Wibowo Sp Ort.
        Beberapa masalah pada gigi tadi akan membuat anak sulit berkonsentrasi. Selain itu proses mengunyah makanan juga menjadi tidak sempurna sehingga lambung bekerja lebih keras karena makanan belum halus saat masuk lambung. Sedangkan karang gigi bisa menyebabkan gigi lepas, juga mengiritasi gusi di sekitar gigi karena terjadi radang.
        Semua gangguan yang terjadi pada gigi tersebut, disebabkan karena waktu menggosok gigi dilakukan disaat yang tidak tepat. Juga cara menggosok gigi yang salah. Adapun waktu menggosok gigi yang dianjurkan adalah pagi hari sebelum beraktifitas, juga di waktu malam sebelum tidur dan ditambah dengan waktu siang hari.
        “Cara menggosok gigi yang benar adalah dari gusi ke gigi. Pada permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah di sikat dengan cara gerakan memutar,” terangnya.
        Khusus pada bagian-bagian gigi yang sulit dijangkau lanjut dia, dapat dibersihkan dengan benang gigi. Hindari juga makanan yang terlalu asam dan terlalu manis karena biasanya akan lengket di gigi.
        “Sebaiknya setelah makan makanan asam dan manis, segeralah berkumur atau minum air putih. Untuk pengobatan pada karies gigi dapat dilakukan dengan penambalan gigi, karang gigi juga bisa dibersihkan agar tidak terjadi radang maka bisa diberi obat, yang lebih penting adalah  memeriksakan gigi rutin 6 bulan sekali,” tuturnya. (El)