Home Ekbis Awal Puasa, Harga Daging Ayam Sudah Tembus Rp38 Ribu per Kilogram

Awal Puasa, Harga Daging Ayam Sudah Tembus Rp38 Ribu per Kilogram

image

Kendal, 21/6 (Beritajateng.net)- Puasa belum juga sepekan, namun semua harga kebutuhan pokok seperti daging ayam potong disejumah pasar tradisional terus semakin melambung. Padahal, sebelum jelang puasa harga sudah naik, tapi memasuki bulan puasa ini harga daging ayam khususnya ayam potong justru terus meroket.

Sri Atun (42) salah seorang penjual daging ayam potong di pasar tradisional Sukorejo mengaku resah dan merugi. Pasalnya, selain harga melambung untuk mendapatkan stock barang daging ayam potong menjadi susah.

“Meski puasa sudah berjalan beberapa hari ini, namun permintaan pembeli sampai saat ini masih banyak, akan tetapi yang disayangkan yakni stock daging ayam potong jarang dan susah didapatkan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sebelum memasuki bulan puasa harga daging ayam potong masih dibawah Rp 30 ribu yakni Rp 28 ribu per kilogramnya. Kemudian, satu minggu jelang puasa harganya naik menjadi Rp 30 ribu – Rp 32 ribu per kilogramnya. Akan tetapi. Kini puasa sudah hampir sepekan harga terus naik mencapai Rp 35 ribu hingga Rp 38 ribu per Kg.

“Saya khawatir sampai mendekati lebaran nanti harga masih terus semakin melambung. Mengingat kondisi stock daging ayam potong sulit didapatkan, lantaran para penyuplai daging ayam potong sekarang justru dibatasi,” ungkapnya, Minggu (21/6).

Hal senada dikatakan Yanti (39) penjual daging ayam yang berada di pasar Sukorejo dekat Terminal mengatakan kebutuhan akan daging ayam potong oleh warga masih sangat tinggi dan banyak di cari. Tetapi, untuk memenuhi kebutuhan tersebut stock barang belum tentu ada.

“Tidak hanya disaat menjelang puasa saja, seperti kemarin. Justru memasuki bulan puasa yang sudah berjalan seperti ini, para pembeli daging ayam potong masih banyak, Mas.” ucapnya sembari melayani pembeli yang membutuhkan daging ayam potong.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kendal,  Sukron Samaul Hadi menanggapi hal itu mengatakan jika harga barang sejumlah kebutuhan pokok memang mengalami kenaikan. Terutama, daging ayam. Hal ini diduga karena pedagang ingin memanfaatkan moment Ramadhan. Harga ayam naik juga disebabkan rantai penjualan ayam yang terlalu panjang.

“Ayam dari peternak dibeli pedagang besar, lalu dibeli oleh pedagang menengah, kemudian dibeli oleh pengecer. Setiap level pedagang mengambil margin sehingga harga daging ayam cenderung tinggi,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, harga daging ayam tinggi akibat sistem pembayaran yang bersifat kekeluargaan. Pedagang bisa membeli ayam dengan cara kredit sehingga akan memunculkan bunga yang membuat beban harga daging ayam bertambah.

“Harga daging ayam berakumulasi disebabkan banyak hal. Salah satunya pembayaran yang tidak cash,” terangnya.

Sukron menambahkan, bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut hanya terjadi pada awal Ramadhan seperti ini saja. Menurut tren dipasaran, harga akan turun di pertengahan Ramadhan. “Kebutuhan pokok akan naik lagi satu minggu menjelang Lebaran,” katanya. (BJ019)