Home Ekbis Aturan Belum Ada, Penggunaan Elpiji Tiga Kilogram Tak Tepat Sasaran

Aturan Belum Ada, Penggunaan Elpiji Tiga Kilogram Tak Tepat Sasaran

492
image
Salah satu pangkalan penjualan elpiji. (BJ/HD)

Wonogiri, 3/12 (Beritajateng.net) – Penggunaan Elpiji 3 Kg yang diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro kembali dipersoalkan. Pasalnya, tabung hijau mini itu banyak digunakan oleh di rumah makan besar yang seharusnya menggunakan elpiji ukuran besar.

Hal itu terungkap dalam rapat pengawasan pendistribusian gas Elpiji 3Kg, Rabu (3/12) di ruang rapat Gedung B Setda Wonogiri. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Wonogiri, Guruh Santosa mengakui kesulitan mengatur penggunaan gas elpiji 3kg karena belum adanya aturan kuat dan mengikat bagi penggunanya.

“Sampai sekarang belum ada aturan yang jelas terhadap pelanggaran penggunaan elpiji 3 kg, untuk itu hari ini kita kumpulkan pihak-pihak terkait untuk samakan persepsi,” paparnya.

Penggunaan LPG 3kg, kata Guruh, untuk rumah tangga dan usaha mikro dengan aset Rp300 juta pertahun. “Jadi kalau digunakan selain itu, ya sebenarnya sudah masuk kategori pelanggaran. Tapi mau bagaimana, kita mau bertindak juga belum ada payung hukum yang jelas. Tapi ke depan akan kita sampaikan ke Dirjen,” katanya.

Untuk pangkalan ada aturan mainnya dalam mendistribusikan elpiji 3kg. Ia mengatakan, untuk menjadi pangkalan elpiji 3kg ada beberapa yang harus dipenuhi diantaranya mempunyai papan nama yang dipasang di pangkalan, mempunyai log book sebagai laporan harian, mempunyai timbangan serta aspek safety yang menjamin keselamatan semua pihak.”Jika pangkalan melakukan pelanggaran, sanksinya kita akan cabut ijinnya,”tegas Guruh.

Sementara itu, Camat Selogiri, Bambang Haryanto meminta ketegasan dari pihak terkait agar menindak tegas pelaku pelanggaran penggunaan gas elpiji3Kg. Jika hanya dicabut ijinnya, lanjut Bambang, tidak akan menimbulkanefek jera, pihaknya minta pengawasan melibatkan polisi sehingga pelanggar bisa ditindak tegas.”Kalau kita bicara pemanfaatan uang negara yang tidak tepat semestinya bisa diproses, yang kita bahas bukan sekedar persoalan pendistribusian elpiji 3kg saja,” tegasnya. (HD/pj)