Home Lintas Jateng Atasi Kekeringan, BPBD Jepara Siapkan Dana Rp 40 Juta

Atasi Kekeringan, BPBD Jepara Siapkan Dana Rp 40 Juta

326

air bersih

Jepara, 5/8 (BeritaJateng.net) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara tahun 2015 ini hanya menyediakan Rp 40 juta untuk menangulangi kekeringan. Padahal, sampai awal Agustus ini saja, belasan desa yang tersebar di beberapa kecamatan sudah mengalami kesulitan air dan mengajukan bantuan air bersih.

Kasie Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada BPBD Jepara Jamaludin mengatakan, di dalam APBD 2015 anggaran untuk mengatasi kekeringan memang hanya Rp 40 juta. Angka ini bisa dipastikan kurang, karena berdasarkan pengalaman tahun lalu kebutuhan untuk mengatasi kekeringan di kota ukir ini mencapai Rp 70 juta.

“Tahun lalu ketika hanya dianggarkan Rp 30 juta, kebutuhan di lapangan ternyata mencapai Rp 70 juta,” ujar Jamaludin.

Mengatasi minimnya anggaran, lanjut Jamaludin, pihaknya akan mengajukan bantuan ke BNPB maupun ke BPBD propinsi.

“Saat ini surat keputusan (SK) darurat kekeringan sedang dalam proses di Bagian Hukum Setda Jepara. Jika sudah keluar, tentu ini sebagai rujukan untuk memberikan bantuan ke desa maupun meminta bantuan ke pusat,” katanya.

Sejak Juli lalu, kata Jamaludin, belasan desa di Jepara sudah mengajukan bantuan droping air bersih. Diantaranya yakni Desa Tunggul Pandean, Blimbingrejo (Kecamatan Nalumsari), Desa Kedungmalang, Desa Karangaji, Desa Surodadi, Desa Kalianyar, Desa Panggung (Kecamatan Kedung), Desa Rajekwesi Kecamatan Mayong, Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit, Desa Gerdu Kecamatan Pecangaan serta Desa Sinanggul dan Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo.

Lebih lanjut Jamaludin menjelaskan, pekan ini tandon air siap dikirim ke desa-desa yang membutuhkan bantuan. Jika tandon air sudah siap digunakan, maka droping air bisa segera dilakukan.

“Jika tahun lalu, desa harus mengambil dan mengembalikan tandon air, maka tahun ini BPBD yang akan mengirim dan mengambil tendon air jika sudah selesai digunakan,” imbuhnya.

Jamaludin menambahkan, BPBD juga sudah berkoordinasi dengan tiga penyedia air bersih milik swasta yang sudah bekerjasama tahun lalu. Sejak tahun lalu, BPBD memang tidak lagi menggunakan air dari PDAM Jepara, lantaran ketersediaan air di PDAM juga terbatas, sementara PDAM juga harus melayani pelanggannya.

Selain menyiapkan droping air bersih, lanjut Jamaludin, BPBD juga akan memebrikan bantuan pembuatan sumur di beberapa lokasi.

“Permohonan bantuan pembuatan sumur sudah masuk dari beberapa desa, sambil berjalan kita akan mengupayakan bantuan pembuatan sumur ini dari pusat,” tandasnya. (BJ18)