Home Headline Asyik Pesta Sabu Digrebek Polis

Asyik Pesta Sabu Digrebek Polis

Ilustrasi

NARKOBA

Mataram, 22/1 (BeritaJateng.net) – Anggota kepolisian Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menggerebek sebuah rumah warga di lingkungan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, yang diduga dijadikan tempat pesta narkoba.

Kapolda NTB kepada Direktur Ditresnarkoba melalui Kasubbag Binminopsnal Kompol I Ketut Sukarja di Mataram, Kamis, mengatakan bahwa personel yang melakukan penggerebekan berhasil mengamankan tiga orang yang diduga sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

“Salah satu dari tiga pelaku yang kami amankan adalah perempuan berinisial RI (37). Dari tangannya, personel menemukan beberapa barang bukti yang diduga narkoba jenis sabu-sabu,” kata Ketut Sukarja.

RI (37) adalah pemilik rumah yang diduga dijadikan lokasi pesta narkoba bersama dua orang pria berinisial KI (28) dan ME (29). “Dua pria itu mengaku hanya datang berkunjung. Mereka berasal dari Bima,” ucapnya.

Ketut Sukarja menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan oleh personel dari Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB pada Jumat (16/1), pukul 08.00 WITA. Ketiga pelaku didapati personel sedang mengonsumsi barang yang diduga narkoba jenis sabu-sabu di ruang tamu milik RI.

Berdasarkan hal itu, barang bukti yang berhasil diamankan dari tempat kejadian perkara tersebut di antaranya alat isap berupa bong, sedotan putih, pipet plastik, dan kaca bening yang masih tersisa narkoba. Bahkan, dari tangan RI pemilik rumah, ditemukan barang bukti paketan yang diduga narkoba.

“Hasil pemeriksaan sementara, RI terindikasi sebagai pengguna sekaligus pengedar narkoba jenis sabu-sabu,” katanya.

Hal itu dikatakannya karena saat personel menggeledah rumah RI, ditemukan satu kantong klip plastik dan sebuah timbangan digital. “Barang bukti itu yang menjerat RI terindikasi sebagai pengedar,” katanya.

Kemudian, dua pelaku lainnya yakni KI dan ME, saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik. “Keduanya masih dalam pemeriksaan sebagai saksi karena saat mereka digeledah anggota tidak menemukan barang bukti apapun, tapi hasil cek urinenya positif menggunakan narkoba,” katanya. (ant/BJ)