Home Lintas Jateng Aspek Keamanan Pangan Perlu Diperhatikan

Aspek Keamanan Pangan Perlu Diperhatikan

image
Ilustrasi

Cilacap, 5/5 (Beritajateng.net) – Dari aspek ketersediaan pangan, pada tahun 2014 Kabupaten Cilacap berhasil mencapai surplus beras sebesar 349.212 ton. Aspek distribusi yang masih memerlukan perhatian kita yakni pentingnya membenahi sarana prasarana yang dapat mendukung kelancaran distribusi pangan seperti pasar, jalan dan jembatan.

Pada aspek konsumsi perlunya dibahas tentang langkah yang kita lakukan untuk mulai merubah pola konsumsi masyarakat yang selama ini cenderung menkonsumsi beras secara berlebihan.

Selain ketiga aspek tersebut, lanjut Bupati, aspek yang tidak boleh luput dari perhatian kita adalah aspek keamanan pangan. Ini penting karena pada kenyataannya masih terdapat permasalahan antara lain, adanya beberapa produsen nakal, yang mengejar keuntungan semata, tanpa memperhatikan keamanan pangan. Masih adanaya makanan yang bereda di masyarakat, pasar, super market dan sekolahan yang menggunakan bahan tambahan makanan seperti pewarna dan pengawet yang dilarang.

Hal tersebut terungkap saat Rakor Dewan Ketahanan Pangan yang diikuti sejumlah 70 orang yang terdiri dari anggota dewan ketahanan pangan, Camat dan Kepala UPT Kecamatan se Kabupaten Cilacap.

Rakor yang berlangsung sehari itu dibuka Assisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Sekda Cilacap, Drs Dian Setyabudi MM mewakili Bupati Cilacap, di gedung Sumekar Pemkab Cilacap, baru-baru ini.

Assisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra, Dian Setyabudi dalam kesempatan tersebut menyampaikan, masalah keamanan dan ketersediaan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, BUMN, BUMD dan masyarakat.

Oleh karena itu kepada seluruh stakeholder, Bupati minta, dapat menyatukan gerak dan langkah bahu membahu guna memantapkan ketahanan pangan di Kabupaten Cilacap.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai gambaran ketersediaan pangan dapat dilihat dari beberapa aspek seperti aspek ketersediaan pangan, aspek distribusi, aspek konsumsi dan aspek keamanan pangan.

Menurut Kepala BP2KP Kabupaten Cilacap, Ir. Susilan, rakor ketahanan pangan dimaksudkan sebagai wahana koordinasi anggota Dewan Ketahanan Pangan dalam upaya memantapkan ketahanan pangan di Kabupaten Cilacap.

Para peserta rakor juga menerima materi dari sejumlah narasumber antara lain, Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan tentang kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Cilacap, Kepala DKK yang menyampaikan upaya peningkatan kewaspadaan pangan dan gizi untuk mendukung ketahanan pangan, dan Kepala Dispertanak Cilacap tentang upaya peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai untuk mendukung ketahanan pangan.(Jatengprov.go.id)

Advertisements