Home Headline ASN Nekat Mudik, Sanksi Teguran hingga Lepas Jabatan Menanti

ASN Nekat Mudik, Sanksi Teguran hingga Lepas Jabatan Menanti

265
Walikota Semarang Hendrar Prihadi

SEMARANG, 20/5 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkot Semarang dilarang berpergian keluar daerah atau mudik pada lebaran tahun 2020 ini.

“Aturan larangan mudik ASN masih ada, itu tertuang pada SE Menteri PANRB. Jadi kita sudah sampaikan ke para ASN tidak boleh mudik,” katanya, Kamis (20/5/2020).

Larangan mudik sendiri tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB No. 46/2020 tentang Perubahan Atas SE Menteri PANRB No. 36/2020 Tentang Penbatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik Bagi ASN dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Lebih lanjut, Hendi sapaan akran Walikota mengungkapkan, bahwa pihaknya juga sudah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mengikuti aturan larangan mudik tersebut.

“Jika masih ada yang nekat, maka bisa terkena sanksi baik sanksi berupa teguran lisan, tertulis hingga pelepasan jabatan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu juga mengungkapkan, bahwa melalui rapat koordinasi dengan Walikota Semarang Hendrar Prihadi, sudah dipastikan bahwa ASN di lingkungan Pemkot Semarang dilarang untuk melakukan mudik.

“Ini sesuai dengan instruksi Presiden, dilaran mudik apalagi untuk ASN. Jika melanggar akan dikenai sanksi sesuai aturan,” ungkapnya.

Namun demikian, Mbak Ita sapaan akrab Hevearita mengungkapkan, ASN dapat mengajukan ijin ke Walikota untuk mendapatkan kelonggaran atas aturan tersebut.

“Tetapi jika ada yang memang yang sangat mendesak seperti sakit atau terkena musibah itu bisa ijin kepada bapak walikota, itu satu aturan yang harus ditaati oleh ASN di lingkungan Pemkot Semarang,” tambahnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 − six =