Home Hukum dan Kriminal Asik Nikmati Sabu Pemuda ini Ditangkap Polisi

Asik Nikmati Sabu Pemuda ini Ditangkap Polisi

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Kudus, 27/1 (Beritajateng.net)-Selain berhasil menangkap mantan Kades dan seorang pengedar asal Kudus, jajaran Sat Narkoba Polres Kudus juga menangkap pemuda asal Pati, Dwi Pujianto (19) asal Jalan Kenanga, Desa Kutoharjo RT 04/ RW 06, Kecamatan/ Kabupaten Pati. Pemuda tersebut ditangkap Jumat (23/1) di Kafe EVO, Jalan H Agus Salim Kudus.

Kasat Narkoba Polres Kudus AKP AS Widi Hatmoko dalam keterangannya mengatakan, penangkapan tersebut bermula adanya informasi dari masyarakat. Setelah dilakukan pengamatan dan penyelidikan di lapangan, informasi tersebut benar.

”Pelaku ditangkap ketika sedang menikmati sabu-sabu di dalam room disalah satu kafe di Kudus,” terangnya, Selasa (27/1).

Kronologis penangkapan tersebut bermula ketika petugas mencurigai kedatangan seorang pemuda dengan dua perempuan yang menggunakan Honda Jazz warna merah di kafe EVO. Setelah sampai didalam bilik, pemuda tersebut mengeluarkan perlengkapan dan dengan santainya mulai ’nyabu’.

”Pelaku datang ke kafe sekitar pukul 15.00 tidak lama kemudian atau sekitar 15.30 anggota kami masuk melakukan penangkapan,” imbuhnya.

Dalam penangkapan tersebut, masih kata Kasat Narkoba, anggotanya menyita satu bungkus palstik sabu sisa yang digunakan pelaku seberat 0,175 gram. Selain itu, juga disita satu asbak rokok warna orange, satu botol minuman mineral sudah dipasang dua sedotan plastik, dan satu korek api gas.

Sementara dua teman wanita pelaku, dikatakan tidak terbukti terlibat mengkonsumsi barang haram tersebut. Hasil pemeriksaan, dua teman wanitanya tersebut hanya diajak menemani pelaku pergi ke Kudus tetapi tidak mengetahui kemana tujuannya dan untuk keperluan apa.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat melanggar pasal 112 ayat (1) atau pasal 127 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana serendahnya 4 tahun dan maksimal 12 tahun serta pidana denda sedikitnya Rp 800 juta dan maksimal Rp 8 miliar. (BJ12)