Home Headline Asik Mabuk Lem, Enam Anak Jalanan Diciduk Satpol PP

Asik Mabuk Lem, Enam Anak Jalanan Diciduk Satpol PP

image

Semarang, 6/4 (BeritaJateng.net) – Segerombolan anak jalanan (Anjal) digelandang ke Markas Komando Satpol PP Kota Semarang, Senin. Enam bocah putus sekolah tersebut kena grebek saat tengah berpesta lem dibawah jembatan Kaligarang.

Sebelum penangkapan, aksi kejar-kejaran antara petugas dan anak jalanan sempat terjadi. Bahkan, petugas juga dibuat kewalahan lantaran bocah tersebut nekat melarikan diri nyebur ke Sungai Banjirkanal. Namun, petugas juga tidak mau kalah siasat. Bocah tersebut ditunggu hingga menyerahkan diri pada petugas.

Kabid Trantibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir mengakui bocah jalanan tersebut masih terlihat teler saat digendang ke Mako Satpol PP. Menurutnya, bocah tersebut telah terpengaruh dampak dari lem yang dihisapnya.

“Mereka ketangkap basah saat menghisap lem dibawah jembatan Kaligarang. Namun lem itu langsung dibuang ke kali Pleret oleh salah seorang pelaku. Saat ini mereka sudah diamankan ke Mako dan masih teler,” ungkapnya.

Lanjutnya mengatakan, gerombolan bocah jalanan tersebut berasal dari daerah berbeda yang berada di Kota Semarang. Mereka sering nongkrong disamping kali Pleret Banjirkanal Barat, Pasar Bulu, Bundaran Kalibanteng. Kegiatan sehari-harinya hanya meminta-minta dijalanan trafficlight.

“Mereka membeli lem seharga Rp 6000 secara iuran. Digunakan dengan cara menghirup bergantian hampir setiap hari. Ironisnya lagi sudah berjalan selama 8 bulan. Aksi mereka juga nekat, tak segan mobil pengendara yang dimintai akan dibleret jika tidak mengasih uang,” ujarnya.

Diakuinya, anak jalanan yang ketangkap basah mabuk lem rata-rata masih dibawah umur dengan usia masih dibangku sekolah dasar. Bahkan, dari gerombolan tersebut juga terdapat satu keluarga yang merupakan warga Puspowarno.

“Ada 4 orang anak sudah putus sekolah dasar. Bahkan 2 orang merupakan kakak beradik alamat Puspowarno. Mereka meminta-minta juga sudah sepengetahuan orangtuanya. Hal sama juga anak Ngaliyan. Mereka mengaku tidur di Balad, pulang satu minggu sekali,” terangnya.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto menambahkan, gerombolan yang diamankan tersebut langsung digelandang ke Mako Satpol PP. Selanjutnya, akan diserahkan ke panti rehabilitasi Among Jiwo untuk dilakukan pembinaan.

“Harapan kami, dinas terkait segera melakukan penanganan terhadap anak jalanan. Sehingga kedepannya tidak ada lagi anak jalanan. Nantinya akan kami bawa ke panti Among Jiwo milik Pemda Kota Semarang di Ngaliyan,” pungkasnya. (Bj05)