Home Headline Aplikasikan Resep Mustika Rasa Olahan Bandeng Ala Bung Karno

Aplikasikan Resep Mustika Rasa Olahan Bandeng Ala Bung Karno

351
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Semarang mencicipi masakan olahan bandeng resep Mustika Rasa Bung Karno.

Semarang, 5/7 (BeritaJateng.net) – Selain dikenal sebagai Proklamator Republik Indonesia (RI) , Ir. Soekarno yang merupakan presiden pertama RI dan bapak pendiri bangsa. Juga dikenal sebagai sosok yang mencitai kuliner khas nusantara, buktinya ia sempat menerbitkan buku berjudul Mustika Rasa yang didalamnya berisi resep kuliner khas nusantara.

DPC PDI-Perjuangan Kota Semarang, dalam memperingati Bulan Bung Karno, menggelar cooking vlog competition olahan bandeng yang mengacu resep yang ada dari buku Mustika Rasa. Sebagai sarana untuk nguri-uri, seperti apa keseruannya?

Puluhan peserta cooking vlog competition nampak sibuk mempersiapkan olahan bandeng yang sebelumnya telah dibuat dirumah masing-masing. Sesampainya di aula DPC PDI-Perjuangan Kota Semarang, mereka kemudian menghias masakan olahan bandeng yang dibuat secantik mungkin dengan bumbu atau resep masakan yang tercantum dalam buku Mustika Rasa.

Menurut informasi yang dihimpun, buku itu bahkan sangat tebal. Total halamannya mencapai 1.123 halaman. Buku tersebut diketahui terbit pertama kali pada tahun 1967 silam dan memuat aneka resep masakan dari Sabang sampai Merauke.

“Sebagai generasi muda, saya baru tahu kalau Pak Karno mewariskan buku resep masakan nusantara. Adanya lomba ini membuat saya tertantang dan ingin belajar masakan nusantara,” kata Widi Astari salah satu peserta lomba.

Dalam lomba yang digelar DPC PDI-Perjuangan, olahan bandeng memang sengaja dipilih menjadi resep masakan. Bandeng sendiri merupakan makanan khas Semarang, bahkan telah menjadi buah tangan jika wisatawan berkunjung ke Kota Semarang. Dalam buku ciptaan Soekarno, dipilih bumbu rujak, acar bandeng, pepes bandeng dan pindang bandeng sebagai bumbu olahan bandeng.

“Saya pilih acar bandeng, sebelumnya sempat cari tahu dulu bahan apa yang digunakan. Ternyata sederhana, hanya bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit dihaluskan dan ditumis. Lalu bandeng goreng, cuka, gula merah dan acar dimasak menjadi satu,” tuturnya.

Sebelum mempresentasikan masakan secara langsung, para peserta wajib mengirimkan video saat proses memasak kepada panitia. Total ada 32 peserta yang mendaftar, namun hanya 25 peserta yang mengirimkan video dan masuk tahapan verifikasi hingga akhirnya mempresentasikan masakan yang dibuat di Kantor DPC PDI-Perjuangan.

“Kenapa bandeng, karena bandeng ini oleh-oleh khas Semarang. Resepnya diambil dari buku Mustika Rasa, yakni Bumbu Rujak, Pindang Bandeng, Acar Bandeng dan pepes Bandeng,” kata Hevearita Gunaryanti Rahayu yang bertugas menjadi salah satu juri.

Wakil Wali Kota Semarang ini menjelaskan, penilaian masakan bukan hanya pada penampilan semata, namun menitikberatkan pada rasa masakan yang dibuat serta disunting dari buku Mustika Rasa, dengan bahan aneka rempah nusantara.

“Untuk juaranya nanti dipilih oleh Pak Wali Kota, yang diambil adalah penampilan dan rasanya. Juara akan mendapatkan hadiah uang tunai,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan, lomba tersebut sengaja untuk memperingati bulan Bung Karno. Menurut pria yang akrab disapa Hendi ini, banyak masyarakat yang belum faham ada resep masakan nusantara yang kumpulkan oleh pendiri bangsa sekaligus Proklamator RI, yakni IR Soekarno dengan nama Mustika Rasa.

“Banyak orang yang belum faham , untuk itu kita gali dan kita lombakan lewat bulan Bung Karno ini dengan bahan baku bandeng,” tambahnya. (El)