Home Headline Aplikasikan Protokol Kesehatan, 15 Pondok Pesantren Se-Jateng Terima Penghargaan

Aplikasikan Protokol Kesehatan, 15 Pondok Pesantren Se-Jateng Terima Penghargaan

198
15 Pondok Pesantren Se-Jateng Terima Penghargaan Pemprov

Semarang, 22/10 (BeritaJateng.net) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyerahkan penghargaan kepada 15 duta pondok pesantren se-Jawa Tengah bertepatan dengan Peringatan Hari Santri 2020. Penghargaan tersebut berupa uang pembinaan Rp 125 juta dan jogo santri kit senilai Rp 8 juta per duta pondok pesantren tersebut.

Pemberian penghargaan tersebut dilakukan melalui seleksi penerapan protokol kesehatan wajib 3M di pondok pesantren atau Jogo Santri, yang dimulai dari administrasi, penilaian video, dan pengecekan secara langsung di lapangan. Dari sekitar 193 peserta se-Jawa Tengah, terpilih ada 15 pondok pesantren yang terbaik.

Diantaranya yakni Ponpes Maslakul Huda (Pati), Balekambang (Jepara), Tanbihul Ghofilin (Banjarnegara), Tahfidz Al Hamidiyah (Pati), Walindo Manba’ul (Pekalongan), Riyadhotut Thalabah (Rembang), Nida Al Quran (Temanggung), Sabilurrasyad (Kendal), Sunan Gunung Jati Kismantoro (Wonogiri), Al Uswah (Kota Semarang), Life Skill Daarun Najaah (Kota Semarang), Khozinatul Ulum 1 (Blora), PP MIBS (Kebumen), Al Falah Tejosari (Temanggung) dan PPTQ Darussalam (Jepara).

“Ke depan, duta pondok pesantren ini bisa secara bersama-sama menularkan atau bersosialisasi tentang penerapan protokol kesehatan wajib 3M atau jogo santri ke seluruh pondok pesantren, terutama di Jawa Tengah,” ungkap Taj Yasin Maimoen.

Menurutnya, pondok pesantren membutuhkan arahan dari pemerintah terkait dengan upaya pencegahan Covid-19 dengan menerapkan secara ketat protokol kesehatan wajib 3M.

“Kalau di Jawa Tengah sudah ada 15 duta pondok pesantren, diharapkan bisa memberikan pembinaan bagi pondok pesantren di Jawa Tengah yang lain,” pungkasnya.

Lanjutnya, menceritakan tokoh Islam yang berjasa di bidang kesehatan yakni Ibnu Sina. Selain itu, ia juga mengingatkan perjuangan KH Hasyim Asy’ari melawan penjajah.

“Temanya Santri Kuat Indonesia Kuat, maka itu santri diingatkan bahwa pernah punya Ibnu Sina yakni pahlawan dari kalangan santri. Nah, dari sini santri untuk bisa berperan dalam melawan Covid-19 dengan segala keterbatasannya. Mbah KH Hasyim Asy’ari juga pernah mengeluarkan resolusi jihad melawan penjajah, kalau saat ini alangkah baiknya jika dari pesantren muncul resolusi jihad melawan penyebaran virus Covid-19,” tuturnya.

Ihda Khullatil Mardiyah, selaku Pengurus Pondok Pesantren Diyadhotut Thalabah Rembang mengatakan bahwa pihaknya mengikuti seleksi duta pondok pesantren dengan menyiapkan beberapa hal. Diantaranya, aturan protokol kesehatan, administrasi dan pembuatan video.

“Iya, kita ikut seleksi mulai pengumpulan berkas, pembuatan video dan sampai didatangi panitia langsung,” katanya.

Di pondok pesantrennya memang sudah menerapkan protokol kesehatan. Mulai pendaftaran santri baru secara daring dan wajib 3M, hingga cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak di tiap kegiatan di pondok pesantren.

“Selalu jaga jarak kalau mengaji dan solat. Kita juga ada pos kesehatan di pondok,” lanjutnya.

Sementara, Pengasuh Pondok Pesantren Nida Al Quran Temanggung, M Afham menuturkan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pondok pesantren.

“Ini bentuk kepedulian dari pemerintah sekaligus keseriusan dalam mengembangkan pendidikan di pondok pesantren,” ungkapnya.

Harapannya, dunia pendidikan pondok pesantren ke depan lebih baik dan mampu menunjukkan prestasi.
“Pesantren memang harus lebih baik,” tandasnya.(AK/El)