Home News Update Aplikasi Monitoring Gardu PLN Buatan Mahasiswa Unisbank

Aplikasi Monitoring Gardu PLN Buatan Mahasiswa Unisbank

1380

IMG_20151012_145049

Semarang, 12/10 (BeritaJateng.net) – Pameran hasil penelitian dan pengabdian masyarakat menampilkan hasil-hasil penelitian dan PPM berupa teknologi tepat guna, hasil-hasil pertanian, industri padat karya dan masih banyak lagi. Jumlah stand dalam pameran tersebut ada 15 Universitas dan 5 diantaranya dari kota Semarang, yakni Udinus, Unisbank, Unissula, Undip dan Polines.

Perwakilan LPPM UPN Veteran Jawa Timur yang enggan disebut namanya menjelaskan jika hasil penelitian yang dipamerkan merupakan penelitian dosen. Dari UPN Veteran Jawa Timur sendiri memamerkan alat perajang tempe dan alat penggoreng mekanik. Riset perguruan tinggi didanai Dikti sebesar 2 M. Menurutnya, UPN Veteran Jawa Timur hasil penelitiannya sudah berjalan bekerjasama dengan riset unggulan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal. Bahkan pada tahun 2014, menyumbangkan alat hasil penelitian tersebut.

Dia menyayangkan dan memberikan saran seharusnya pameran tidak di tempat tertutup seperti hotel, akan tetapi di tempat umum yang melibatkan partisipasi masyarakat.

Sementara itu, di stand yang lain, Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang memamerkan produk Batik Que Mangrove dan Monitoring Gardu Distribusi dan Pelanggan. Batik Que Mangrove merupakan pengrajin yang memproduksi batik baik cap maupun tulis dengan warna alami yang mempunyai nilai seni tinggi dan ramah lingkungan.

Disisi lain monitoring gardu distribusi dan pelanggan, menurut programmer, Bambang, dia mengaku membuat aplikasi monitoring gardu PT. PLN. Sebuah aplikasi berbasis geographic information system berbasis web yang dimanfaatkan oleh PT. PLN. Gunanya memantau kondisi asset dalam jaringan distribusi yang ada di lapangan. Aplikasi tersebut mampu menampilkan informasi detail asset yang dimiliki oleh PT. PLN. Diantaranya jumlah dan spesifikasi gardu distribusi yang terpasang, jumlah tiang penyangga distribusi, hingga jumlah pelanggan yang terhubung dalam jaringan distribusi.

Dalam aplikasi tersebut, lanjut Bambang, pengguna dapat mengetahui lokasi dari asset dan jaringan yang menghubungkannya. Aplikasi tersebut juga mampu memberikan informasi beban gardu distribusi pada periode tertentu. Sehingga pengguna dapat memonitor gardu distribusi mana saja yang kondisinya over load atau tidak. Aplikasi tersebut juga dapat dijalankan menggunakan PC perangkat mobile yang terhubung dengan internet.

“Harapannya aplikasi monitoring ini bisa dimanfaatkan PLN, Perusahaan yang mana tidak harus dilakukan di lapangan melainkan bisa secara online,” pungkasnya saat pameran di Crown Plaza Hotel, Senin (12/10). (BJT01)

Advertisements