Home Headline Aplikasi Medsos Karya Anak Bangsa Harus Jadi Tuan Rumah Di Negeri Sendiri

Aplikasi Medsos Karya Anak Bangsa Harus Jadi Tuan Rumah Di Negeri Sendiri

355
0
Tiga kreator aplikasi medsos karya anak bangsa didampingi ketua Peradi Surakarta Badrus Zaman saat memberikan keterangan.
         SOLO, 21/3 (BeritaJateng.net) – Aplikasi media sosial produk  anak negeri diluncurkan di kota Solo Jawa Tengah, Rabu (21/3/2018). Dimotori oleh tiga pemuda yakni Khrisna Adityangga, Dhanny Ardiansyah dan Mulyono Herman berhasil menciptakan aplikasi media sosial yang berfokus pada pengembangan komunitas secara digital yang diberi nama Oorth.
        “Hal ini juga membuktikan industri tekhnologi tidak hanya berkembang di kota besar. Tapi juga di daerah seperti Surakarta. Industri IT tidak mengenal regional (wilayah),” jelas CEO Skynosof Portal Prime, Khrisna Adityangga kepada media.
         Dikembangkan oleh Skynosoft Portal Prime saat ini aplikasinya sudah diakses  user dari berbagai negara seperti Amerika, Australia,Hongkong bahkan Rusia juga sempat mengakses aplikasi tersebut. Kebanyakan mereka adalah pekerja migran asal Indonesia.
         “Bahkan diawal Januari 2018 ini kita dipercaya untuk mengelola 9 juta user dari seluruh Asia Pasifik. Mereka adalah WNI yang bekerja di luar seperti Honkong dan Malaysia,”  terang Khrisna.
        Khrisna juga sebut munculnya aplikasi Oorth ini berawal dari keresahan pengguna media sosial yang bisa mengintegritaskan kebutuhan komunitas kecara digital dan bagaimana medsos tidak hanya menjadi ajang mencari eksistensi diri tapi diharapkan juga bisa memberikan manfaat bagi banyak orang.
         “Kehadiran aplikasi medsos ini diharapkan bisa diterima masyarakat luas. Di era digital ini banyak hal yang bisa ditransformasikan ke dalam bentuk digital termasuk kegiatan komunitas,” paparnya.
           Dukungan pemerintah, lanjut Khrisna sangat dibutuhkan agar aplikasi karya anak negeri yang mulai diluncurkan tahun 2017 lalu  bisa berkembang dan menjadi ‘tuan rumah’ di negeri sendiri. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan bisa membantu menyelesaikan permasalahan sosial di Indonesia.
          Selain ini pihaknya juga berharap agar dukungan pemerintah bisa membuat aplikasi ini semakin banyak diakses dan bisa menjadi produk tekhnologi yang dapat menjadi kebanggaan bangsa. Saat ini Oorth sudah bekerja sama dengan beberapa institusi dan komunitas untuk pengembangan aplikasi. Seperti kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dimana masyarakat cukup membayar zakat melalui aplikasi Oorth.
         “Kelebihan medsos Oorth ini juga menekankan pada isu hunanity dimana melalui aplikasi ini bisa menjadi platform untuk melakukan penggalangan dana, donasi, crowdfunding atau fund rising,” pungkasnya. (Db/El)