Home Headline APBMI laporkan Pelindo III ke Polda Jateng

APBMI laporkan Pelindo III ke Polda Jateng

800

Semarang, 27/11 (BeritaJateng.net) – Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jateng melalui Pengacaranya, Rizal telah melaporkan aktifitas bongkar muat illegal yang dilakukan PT Pelindo III Tanjung Mas Semarang ke Polda Jawa Tengah, Jumat (26/11) dengan Surat bernomor : 015/SP/JK-Smg/XI/2015 tertanggal 25 November 2015.

Menurut Rizal dalam laporannya tersebut, Ia mengadukan atas terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh PT Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Mas Semarang yang telah melakukan kegiatan bongkar muat barang tanpa izin khusus sebagaimana diatur dalam UU RI No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran khususnya pasal 31 ayat (2) jo pasal 32 jo pasal 33 jo pasal 290 dan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2010 khususnya pasal 80 ayat (1) dan (2) serta Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 60 Tahun 2014 khususnya pasal 2 ayat 2 jo pasal 11 ayat (1) dan (2).

“Pelindo kami laporkan ke Polisi, karena telah melakukan aktifitas bongkar muat tanpa izin,” tegasnya.

Sementara itu Ketua APBMI Jateng, Romulo Simangunsong selama ini bersama para pengusaha bongkar muat lainnya di Pelabuhan tanjung Mas yang jumlahnya ada 28 perusahaan telah menolak aktifitas bongkar muat ilegal yang dilakukan Pelindo III. Menurut Romulo aktifitas bongkar muat ilegal Pelindo III telah dilakukan sejak tahun 2011 lalu, namun pihaknya masih sabar.

“Tapi kasus bongkar muat Pelindo seminggu lalu yang memuat lima ribuan kayu diberhentikan KSOP Tanjung Mas, kami dukung sikap tegas tersebut dengan melaporkan ke Polda,” ungkapnya.

APBMI

Ditempat terpisah Pihak Polda Jateng saat dikonfirmasi salah seorang pengurus APBMI Jateng, Efendi membenarkan adanya laporan terkait Pelindo III Semarang, namun belum ada petunjuk dari atasannya.

“Ya sudah ada, tapi belum ada petunjuk dari atasan,” tuturnya melalui handphonenya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnnya, Aktifitas bongkar muat PT Pelindo III Cabang Semarang telah dihentikan Pihak KSOP Tanjung Mas Semarang, Kamis (19/11) lalu, karena diduga tak memiliki izin. Dan kasus ini sempat memcuat hingga Gubernur Ganjar Pranowo pun menegaskan, jika Pelindo III sampai saat ini belum mengajukan izin sebagaimana diamanatkan Peraturan Menteri Nomor : 60 Tahun 2014. (BJ)

Advertisements