Home News Update APBD Jateng 2015 Disahkan

APBD Jateng 2015 Disahkan

APBD Jateng 2015
APBD Jateng 2015 disahkan
APBD Jateng 2015
APBD Jateng 2015 disahkan

Semarang, 28/11 (BeritaJateng.Net) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Jawa Tengah 2015 disahkan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jateng di Semarang, Jumat (28/11).

APBD Jateng 2015 yang mencapai Rp17,09 triliun itu mengalami perubahan dibandingkan pada Rancangan APBD 2015 yang hanya Rp16,5 triliun.

Pada APBD Jateng 2015 itu perincian pendapatan daerah senilai Rp17,09 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai Rp17,33 triliun sehingga mengalami defisit anggaran sebesar Rp240 miliar.

Kemudian, pembiayaan daerah yang terdiri dari penerimaan daerah Rp450 miliar dan pengeluaran daerah Rp210 miliar, sehingga pembiayaan netto senilai Rp240 miliar dengan sisa lebih pembiayaan anggaran nihil.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa besaran APBD Jateng 2015 di Jateng mengalami perubahan dibandingkan pada rancangannya karena setelah dilakukan pembahasan ada beberapa pos yang diubah dan dioptimalkan.

“Banyak rancangan yang dioptimalkan, dan yang paling banyak di sektor pajak dan retribusi,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Ia mengharapkan, APBD Jateng 2015 dapat segera diimplementasikan guna mempercepat pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya.

Anggota Badan Anggaran DPRD Jateng Nur Sa’adah menjelaskan bahwa setelah APBD 2015 ini disahkan maka dalam waktu paling lama tiga hari, Gubernur harus menyampaikan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah untuk kepentingan evaluasi.

“Setelah dievaluasi, Gubernur harus menindaklanjuti paling lambat tujuh hari,” ujarnya.

Menurut dia, kalangan anggota DPRD Jateng dapat menerima dan menyetujui APBD Jateng 2015 dengan penggeseran maupun rasionalisasi atau penyelarasan untuk mendukung program insfrastruktur di kabupaten/kota atau kegiatan lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jateng Achsin Maruf yang ditemui terpisah mengatakan bahwa APBD Jateng 2015 sebesar Rp17,09 triliun itu dinilai belum dapat mensejahterakan sekitar 34 juta penduduk Jateng.

“Kalau hanya mengandalkan APBD saja akan sulit dalam pengentasan penduduk miskin di Jateng yang jumlahnya mencapai 4,83 juta jiwa sehingga perlu didukung dengan APBN dan APBD di masing-masing kabupaten/kota,” kata politikus Partai Amanat Nasional itu. (ant/pri)