Home Headline Antisipasi Teror, Polisi Giatkan Patroli

Antisipasi Teror, Polisi Giatkan Patroli

Semarang, 17/1 (BeritaJateng.net) – Aparat gabungan dari Polsek Semarang Timur beserta Polsek Gayamsari Semarang serta dibantu FKPM (Forum Kemitraan Polisi Masyarakat) menggelar kegiatan patroli dan razia di sejumlah wilayah Kota Semarang, Minggu (17/1) dini hari tadi.

Puluhan anggota baik dari unit Reskrim, Sabhara, Provos dan Lantas diterjunkan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan patroli sendiri dilakukan mulai Sabtu malam pukul 22.00 WIB hingga Minggu dini hari pukul 03.00 WIB. Sejumlah wilayah yang disinyalir rawan akan tindak kejahatan atau penyakit masyarakat (pekat) disisir oleh petugas.

Kali pertama aparat melakukan razia lalu lintas di Jalan Gajah Raya Semarang. Para pengendara yang melintas baik yang menggunakan sepeda motor roda dua maupun roda empat tak luput dari pemerikaaan petugas.

Di lokasi ini, aparat memfokuskan beberapa pengendara yang diduga membawa benda-benda yang mencurigakan seperti sajam (senjata tajam) hingga bahan peledak. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya preventif pasca peristiwa pengeboman di Jakarta Pusat, Kamis (14/1) lalu, yang dilakukan oleh terduga kelompok teroris.

“Malam ini gabungan antara Polsek Gayamsari dengan Polsek Semarang Timur melalukan razia guna antisipasi pekat dan 3C (Curat,Curas,Curanmor). Pengendara roda dua dan empat semuanya kita cek, apabila ada barang bawaan yang mencurigakan maka kita amankan,” tegas Iptu Grandika Indera Waspada, selaku Kapolsek Semarang Timur.

Kapolsek menambahkan tujuan diadakan razia tersebut, untuk mempersempit ruang gerak pelaku teroris maupun pelaku kejahatan yang lain.

“Sedangkan kalau sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan dokumen-dokumen yang sah, itu juga kita amankan,” tambah Iptu Grandika.

Dalam razia ini, belasan pengendara dikenakan tilang, lantaran tidak dapat menunjukkan surat-surat lengkap ketika diminta petugas. Sementara, sepeda motor protolan yang diduga akan digunakan untuk balapan liar juga ikut diamankan.

Usai melaksanakan kegiatan razia, petugas kemudian bergeser ke sebuah warung di Jalan Dr Cipto Semarang yang diduga menjual miras (minuman keras). Dugaan itu pun terbukti, setelah petugas berhasil mengamankan beberapa botol minuman keras yang disimpan oleh pemilik warung.

Oleh aparat, minuman haram tersebut kemudian diamankan di Mapolsek Semarang Timur untuk dijadikan barang bukti.

Selanjutnya, sasaran petugas berikutnya adalah sejumlah warung dan tempat pijat yang terletak di kawasan jembatan banjir kanal timur. Hasilnya, sejumlah anggota kepolisian dikagetkan dengan pasangan bukan suami istri yang melakukan hubungan badan di semak-semak.

Mengetahui adanya polisi yang menghampiri, keduanya pun kaget. Meski tertangkap basah sedang berbuat mesum, pasangan itu terus mengelak saat diintrogasi oleh petugas.

“Ndak ngapa-ngapain pak, tadi saya cuman mau buang air kecil,” ujar pria yang tak membawa satu pun identitas saat digeledah petugas.

Demikian halnya dengan si perempuan, ia mengaku hanya ingin buang air besar.

“Saya juga cuma buang air besar pak, saya takut makanya minta suruh nemenin,” akunya sembari menutupi bagian wajahnya dengan rambut.

Menurut pantauan BeritaJateng.net di lapangan, diketahui perempuan tersebut merupakan warga Kelurahan Karangajati, Bergas.

“Berinisial Y, umurnya 47 tahun,” kata salah seorang petugas di lokasi.

Keduanya lantas dibawa ke Mapolsek Semarang Timur, untuk selanjutnya didata dan dimintai keterangan. Selain itu, petugas juga mengamankan beberapa kendaraan bermotor yang tidak dikengkapi dengan surat-surat resmi. Pun demikian dengan yang di tempat sebelumnya.

“Di tempat ini disinyalir memang tempat prostitusi, karaoke dan minuman keras. Ternyata betul kami menemukan prostitusi di semak-semak dekat sungai,” tutur Iptu Grandika.

Tak sampai disitu, petugas kemudian melakukan penggeledahan di sebuah kos mewah yang terletak di Jalan Rejosari Semarang. Namun sayang, aparat kepolisian tak mendapati apapun di tempat ini. Pasalnya, dari puluhan kamar yang ada, hanya ada beberapa kamar yang ditempati oleh penghuninya. (Bjt02)