Home Headline Antisipasi Maraknya Penipuan Biro Travel, FKIKN Gandeng ASATI

Antisipasi Maraknya Penipuan Biro Travel, FKIKN Gandeng ASATI

286
0
Kanjeng Pangeran Edi Wirabumi
       SOLO, 15/4 (BeritaJateng.net) – Maraknya penipuan agen travel yang saat ini terjadi belakangan ini di Indonesia yang berimbas tertipunya masyarakat,  dalam kesempatan pertemuan Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) bersama FSKN (Forum Silaturahmi Keraton Nusantara) melakukan penandatanganan dengan Association of Sales Travel Indonesia (Asati), Sabtu (14/4/2018).
       Dengan adanya penandatanganan MOU ini diharapkan bisa semakin menekan kerugian yang dialami masyarakat yang menggunakan jasa biro travel. Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) mengharapkan semua ini menjadi solusi bagi semua baik masyarakat juga pelaku usaha di bidang jasa travel.
       Kanjeng Pangeran Edi Wirabumi, dalam acara Forum Ekonomi dengan tema New Era Economic Culture and Tourism ini pihaknya mewakili Istana Mataram, yakni suatu Yayasan Istana Mataram yang merupakan sebuah gerakan perekonomian berbasis budaya dan pariwisata. Namun Istana Mataram ini  tidak termasuk  dalam lembaga struktural Kraton Kasunanan Surakarta.
        “Kami hadir dengan menghasilkan solusi. Salah satunya sesuai dengan misinya untuk kembangkan dan promosikan pariwisata,” jelas Kanjeng Wiro panggilan akrabnya.
        Kesepakatan ini lanjut Kanjeng Wiro, diharapkan bisa menekan penipuan oleh agen travel bahkan diharapkan  tidak terjadi lagi sehingga masyarakat bisa tenang dalam menjalankan ibadahnya. Bahkan pihaknya juga siap bekerjasama den merangkul seluruh travel agen di Indonesia.
        “Bersama dengan Asati (MOU), masyarakat tidak lagi tertipu untuk berangkat  umroh dan haji,” lanjutnya.
       Asati adalah salah satu perusahaan yang menjalin kesepakatan untuk pengembangan industri pariwisata. Bahkan Yayasan Istana Mataram berusaha menarik investor dari seluruh dunia untuk menanamkan modal di Indonesia.
        “Setidaknya sudah ada  29 negara yang tertarik berinvestasi di Indonesia. Misalkan Jerman Spanyol, Uni Emirate Arab, Inggris, Amerika, Singapura, Hongkong Thailand dan Italia,” jelasnya.
        Nantinya investasi yang akan ditanamkan di Indonesia seperti bisnis penerbangan, pendidikan pilot, sparepart, maintenance, private airport. Termasuk juga di bidang pertanian juga pertambangan. (db/El)