Home Headline Aniaya Korban dengan Clurit, 13 Anggota Geng Motor Menangis Di Hadapan Ibunya

Aniaya Korban dengan Clurit, 13 Anggota Geng Motor Menangis Di Hadapan Ibunya

5842
0
Aniaya Korban dengan Clurit, 13 Anggota Geng Motor Menangis Di Hadapan Ibunya
        Semarang, 30/12 (BeritaJateng.net) – Aparat Kepolisian Kota Besar (Polrestabes) Semarang berhasil menangkap 13 orang anggota geng motor Brutaly Romantic yang kerap meresahkan warga Kota Semarang. Pelaku yang masih remaja dikenal sadis dan tak segan-segan melukai korban dengan senjata tajam. Namun, saat dipertemukan dengan ibunya, kesadisan itu seolah hilang. Pelaku langsung menangis.
          Ke-13 remaja anggota geng motor Brutaly Romantic ditangkap Tim Resmob Polrestabes Semarang, Jumat sore (29/12/). Mereka ditangkap dari rumah masing-masing karena diduga telah menyerang Ananda Fajar, warga Sri Rejeki Semarang, dengan menggunakan senjata tajam. Akibat penyerangan itu, korban mengalami luka serius dan harus dirawat di rumah sakit.
          Saat digelandang ke Mapolrestabes Semarang, AW, salah seorang anggota geng sempat meminta maaf dan menangis ketika dipertemukan dengan ibunya. Bahkan, anggota geng motor yang merupakan pelajar SMA ini berusaha mencium kaki sang ibunda.
Aniaya Korban dengan Clurit, 13 Anggota Geng Motor Menangis Di Hadapan Ibunya

Dari tangan pelaku yang rata-rata pelajar SMP dan SMA berumur 16 tahun hingga 17 tahun dan putus sekolah ini, petugas mengamankan tiga buah clurit, tiga potongan besi berujung tajam, beberapa telepon seluler (ponsel), dan enam sepeda motor milik anggota Geng.

         Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menjelaskan  anggota kelompok geng motor itu selama ini sangat meresahkan masyarakat karena terkenal sadis. Tanpa sebab, mereka bisa menyerang warga yang melintas di depan mereka dengan menggunakan senjata tajam. Mereka juga kerap menerima tantangan tawuran lewat media sosial dari kelompok lain.
          “Kalau ada yang melintas di dekat mereka, langsung disabet atau dibacok dengan senjata tajam clurit. Sampai hari ini sudah ada korban, satu orang putus jari tangannya dan robek di bagian dadanya. Memang kalau kita lihat dari sisi usia, mereka masih sangat dini, rata-rata usia 16 tahun dan 17 tahun,” ujarnya.
         Sementara itu Johan mengaku tidak ada dendam atau masalah dengan korban sebelumnya. Ia dan gengnya memang ingin mencari keributan. “Memang ribut tapi enggak tahu apa yang diributkan. Waktu itu minum congyang,” kata Johan.
          Johan pun langsung membubakan geng yang dipimpinnya. “Mulai hari ini geng motor Brutaly Romantic saya bubarkan, saya kapok

Aniaya Korban dengan Clurit, 13 Anggota Geng Motor Menangis Di Hadapan Ibunya

pak,” ujarnya di hadapan Polisi.

           Kapolrestabes Semarang menambahkan, penangkapan belasan anggota geng motor sadis itu diharapkan dapat mengurangi angka kriminalitas di Kota Semarang. Walapun para tersangka masih para pelajar di bawah umur, mereka bakal dijerat sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. “Tersangka akan dijerat pasal 351 ayat 2 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman tujuh tahun,” katanya. (Nh/El)