Home Headline Aniaya Berujung Maut, Buron 3 Bulan Pimpinan Gengster Di Tembak Polisi

Aniaya Berujung Maut, Buron 3 Bulan Pimpinan Gengster Di Tembak Polisi

523
Aniaya Berujung Maut, Buron 3 Bulan Pimpinan Gengster Di Tembak Polisi

Semarang, 19/3 (BeritaJateng.net) – Tim Resmob Polrestabes Semarang berhasil mengungkap kasus penganiayaan berujung manut pada malam pergantian tahun 2020 terjadi di Jalan Karangkojo Utara, Kampung Gedong Utara, Kelurahan Sarirejo Rabu (1/1) lalu.

Dalam pengungkapan tersebut polisi berhasil mengamankan lima orang yang masih remaja pelaku pengroyokan hingga mengakibatkan meninggalnya Agus Budi Santoso (28) , warga Srirejo , Semarang Timur.

Para pelaku pengroyokan di tangkap dilokasi dan waktu terpisah masing masing bernama Bagas Satrio, Azam, Aji Bayu Krisna, Rizky Ramadhan dan Fery Jovan Rianto.

Satu pelaku bernama Fery Jovan Rianto als FJR (18) warga Kemijen Semarang Timur, yang merupakan pimpinan dari gengster 69, terpaksa di hadiahi timah panas petugas, karena melawan saat ditangkap, setelah buron 3 bulan.

Aniaya Berujung Maut, Buron 3 Bulan Pimpinan Gengster Di Tembak Polisi

Aksi pengroyokan hingga berujung maut terjadi, disaat para pelaku melakukan penyerangan terhadap warga Sarirejo, Semarang Timur yang sedang menikmati malam pergantian tahun 2020 lalu. Dalam penyerangan tersebut satu orang bernama agus budi santoso tewas akibat terkena sabetan senjata tajam.

“Jadi mereka ini geng motor, mendatangi korban yang sedang melakukan kegiatan perayaan malam pergantian tahun baru dipinggir jalan, sambil bakar-bakar ikan. Kemudian mereka datang langsung membacok dan mengakibatkan salah satu dari masyarakat tersebut menjadi korban dan meninggal dunia,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Auliansyah Lubis, saat di Mapolrestabes Semarang

Sedangkan korban Agus Budi Santoso, tewas setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sembilan hari akibat luka bacok di tubuh bagian punggung dan luka robek di perut. Nyawanya tidak terselamatkan saat menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi, Semarang. Kasus ini dilaporkan ke Polrestabes Semarang pada 4 Januari 2020.

Sejumlah barang bukti telah diamankan, di antaranya bendera yang terdapat tulisan Gangster69 dan lambang. Termasuk juga celurit milik tersangka FJR.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat pasal 170 ayat 1 dan ayat 2 ke 3 KUHP dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa. Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara. (Nh/El)