Home Headline Angkutan Mangkal Sembarangan, Lalin di Depan Pasar Weleri Semprawut

Angkutan Mangkal Sembarangan, Lalin di Depan Pasar Weleri Semprawut

angkot kendalKendal, 24/2 (Beritajateng.net) – Pemandangan arus lalulintas di depan Pasar Weleri Kendal setiap hari semprawut. Hal ini disebabkan karena banyaknya angkutan antara Kota (Angkot) yang mangkal sembarangan.

Hal itu dapat kita lihat dan di jumpai sehari-hari. Terlebih di saat memasuki hari besar Nasional maupun lebaran, dimana semua masyarakat sibuk mencari kebutuhannya masing-masing. Tidak hanya itu saja, jalan lalu lintas yang merupakan akses jalan provinsi tersebut kerap rawan terjadi kecelakaan.

Dari pantauan di lapangan, bahwa angkutan umum menjadi biang penyebab macet dan sremawutnya arus jalan lalu lintas, tak pelak bagi pengguna jalan yang datang dari luar daerah jika melintasi daerah tersebut harus ekstra hati-hati dan waspada.

Beberapa sopir angkutan yang kerap ngetem dan mangkal di pinggir jalan untuk menunggu penumpang, bagi mereka (sopir-Red) yang ngetem sembarangan nampak tidak memperdulikan pengendara lain yang berada di belakangnya. Dan mereka mau bergerak apabila terdengar bunyi klakson bersahutan.

Bukan hanya itu saja, terkadang sopir angkot hanya bergerak sedikit lantas berhenti lagi. Selain itu keberadaan para pedagang kaki lima (PKL), dan parkir liar serta pengunjung pasar Weleri menyesaki pinggir jalan dan trotoar. Akibatnya para sopir tidak mau berhenti di pinggir tapi berhenti di tengah jalan.

Warto salah seorang warga Penaruban Weleri mengatakan, kemacetan terjadi akibat angkutan yang mangkal dan ngetem untuk menunggu para penumpang di sepanjang jalan depan pasar. “Warga yang datang ke Pasar ini tidak hanya naik kendaraan pribadi, kebanyakan warga naik angkutan,” ujarnya, Selasa (24/2) kemarin.

Lanjut Warto, keberadaan angkutan yang mangkal dan ngetem, kata dia, arus lalu lintas di sepanjang jalan tersebut menjadi macet. Ditambah lagi dengan keberadaan para pedagang kali lima yang memperparah keadaan.

“Yang membuat kondisi macet arus lalu lintas tidak hanya keberadaan angkutan yang mangkal. Para PKL yang ada juga menumbuhkan parkir liar, sehingga mengganggu pengguna jalan. Tak pelak, transaksi jual beli antara pembeli dan pedagang dilakukan di jalanan,” tandasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kendal, Subarso ketika dikonfirmasi mengatakan sebenarnya di daerah tersebut ada sub terminal yang lokasinya berada di dalam. Namun, para sopir angkutan lebih memilih ngetem di pinggir jalan. Sebab penumpang terbiasa ditemukan di pinggir jalan dari pada di dalam terminal.

“Memang banyak para sopir yang bandel. Padahal dari dinas perhubungan sering memberikan himbauan kepada mereka agar masuk ke dalam terminal,” kata Subarso, kemarin.

Menurutnya, kesadaran para penumpang juga menjadi faktor utama. Bagi penumpang lebih memilih turun dan naik angkutan di pinggir jalan. Alasan mereka sebenarnya sepele, yakni jika masuk di dalam terminal terlalu jauh, tapi jika turun dan naik dipinggir jalan akan mempercepat waktu.

“Angkutan-angkutan itu sebenarnya masuk ke dalam terminal, tapi hanya datang memutar saja. Lalu angkutan lebih memilih mangkal dan ngetem di pinggir jalan raya,” jelasnya.

Di sisi lain Subarso mengatakan akan memaksimalkan keberadaan terminal Weleri yang baru yang berada di sisi barat Pasar Weleri. Dimaksudkan adanya terminal itu benar-benar difungsikan menjadi tempat naik dan turunnya para penumpang. “Sudah di bangun dengan biaya tinggi, eman-eman jika tidak difungsikan,” tandasnya. (BJ19)

Advertisements