Home Lintas Jateng Angkot Mogok, Ratusan Penumpang Diangkut Truk

Angkot Mogok, Ratusan Penumpang Diangkut Truk

Penumpang yang telantar di wilayah Kendal akibat adanya mogok angkutan umum akhirnya diangkut dengan truk, Rabu (19/11) (BJ/DK)
Penumpang yang telantar di wilayah Kendal akibat adanya mogok angkutan umum akhirnya diangkut dengan truk, Rabu (19/11) (BJ/DK)
Penumpang yang telantar di wilayah Kendal akibat adanya mogok angkutan umum akhirnya diangkut dengan truk, Rabu (19/11) (BJ/DK)

Kendal, 19/11 (Beritajateng.net)– Ratusan pelajar dan warga di Kendal, Jawa Tengah Rabu (19/11) terlantar karena tidak mendapatkan angkutan umum untuk beraktifitas. Angkutan yang masih beroperasi, dipaksa menurunkan penumpang oleh awak angkutan yang mogok. Untuk membantu warga yang tidak mendapatkan layanan transportasi umum, sejumlah kendaraan dinas milik Pemerintah Daerah dan TNI POLRI digunakan untuk mengangkut penumpang yang terlantar.

Himbauan untuk tidak melakukan mogok dari Polres Kendal, tidak dilaksanakan oleh awak angkutan Kendal-Semarang. Mereka terus menghadang angkutan lain yang masih beroperasi. Bahkan sempat terjadi adu mulut, karena ada sopir
angkutan yang menolak untuk menurunkan penumpang. Tetapi awak angkutan lain terus memaksa penumpang untuk turun dari bus. Sehingga akhirnya sopir mengikuti keinginan rekan-rekannya.

Akibatnya ratusan penumpang, baik pelajar maupun pekerja, terlantar menunggu angkutan. Salah satu penumpang, Marni (32), menyesalkan tindakan mogok awak angkutan umum. Ia mengaku tidak mungkin meneruskan perjalanan dengan jalan kaki karena tujuannya masih sangat jauh.

“Saya tadi naik dari Terminal Mangkang Semarang, dan tiba-tiba dipaksa untuk turun di depan Kantor Kecamatan Kaliwungu. Padahal saya hendak ke Kecamatan Sukorejo yang jaraknya masih sekitar 70 kilometer. Ya semoga saja tidak semua angkot mogok,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu sopir angkutan umum rute Sukorejo-Semarang, Roni (25), mengaku terpaksa mengikuti mogok yang dilakukan oleh teman-temannya. “Saya dihentikan paksa oleh teman-teman, dan penumpang saya dipaksa turun.
Terpaksa saya mengikuti aksi mogok ini,”tuturnya.

Namun Roni mengatakan bahwa mogok operasi ini sebagai bentuk keprihatinan sekaligus protes atas kenaikan harga BBM bersubsidi. Ia menjelaskan seharusnya Pemerintah memberikan subsudi khusus untuk kendaraan umum.

“Kalau mengenai kenaikan harga BBM saya juga ikut menolak keras. Karena ini membuat setoran ikut naik. Padahal pendapatan semakin menurun. Jika ada subsidi khusus untuk angkot pasti kami sedikit lega dan tidak terlalu terbebani”, pungkasnya.

Untuk mengangkut penumpang yang terlantar, sejumlah kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten Kendal, truk Kodim 0715 kendal dan Polres Kendal. Polisi juga menghentikan sejumlah kendaraan pribadi untuk bisa membantu mengangkut pelajar yang hendak ke sekolah. (DK/pj)