Home Lintas Jateng Anggota DPRD Kudus FPDI Perjuangan Meninggal Dunia

Anggota DPRD Kudus FPDI Perjuangan Meninggal Dunia

image
H. Sunarto

Kudus, 5/1 (Beritajateng.net) – Partai Demikrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Kudus, Minggu (4/1) kehilangan salah satu kader terbaiknya, H Sunarto.

Politisi yang dua periode 2009 – 2014 dan 2014-2019  terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Kudus ini, diduga meninggal dunia akibat serangan jantung.

Berita meninggalnya politisi yang dikenal gigih memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) IV meliputi Kecamatan Dawe dan Jekulo ini, sempat mengagetkan banyak kalangan. Pasalnya, menjelang akhir tahun Sunarto kelihatan sehat dan selalu mengikuti agenda kegiatan dewan.

”Menjelang akhir tahun beliau masih mengikuti kegiatan blusukan bersama anggota dewan yang terpilih dari Dapil IV untuk melihat pembangunan di dapil tersebut dan mencari masukan dari masyarakat,” kata Ketua DPRD Kudus Mas’an yang juga politisi PDIP ditemuiBeritajateng.net usai acara pemakaman di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Senin (5/1) siang.
  
Saat mengikuti kegiatan dewan saat itu, lanjutnya, kondisinya terlihat sehat dan tidak pernah mengeluh apapun. Bahkan, sebelum berangkat dan pulang dari haji, H Sunarto kondisinya terlihat cukup sehat.
  
”Saya dan anggota dewan lain sangat kaget ketika pertama mendapat kabar beliau meninggal dunia. Kami sebagai teman satu partai dan anggota dewan lainnya yang sudah mengenal lama sosok Sunarto awalnya tidak percaya ketika mendengan kabar meninggal dunia,” tambahnya.

Selain dikenal sebagai sosok yang sederhana, ramah, dan sangat gigih memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, katanya, Sunarto juga memiliki rasa sosial yang sangat tinggi. Menurutnya, H Sunarto bukan hanya sekadar teman melainkan juga dinilai sebagai sosok guru baginya dan teman-teman satu partai.

Sementara itu Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Kudus Achmad Yusuf Roni menambahkan, kiprah H Sunarto di Partai PDIP dimulai dari pimpinan anak cabang (PAC), bendahara DPC dan ketua fraksi PDIP di DPRD Kudus periode 2009-2014.

”Beliau sangat komunikatif  baik di internal fraksi maupun lintas fraksi,” terangnya.

Sedangkan menurut politisi Partai Demokrat yang juga Ketua Komisi A, Mardijanto, menambahkan bahwa H Sunarto adalah teman yang sangat baik walau beda partai. Mardijanto yang juga anggota dewan dua periode ini, mengaku sangat kehilangan teman sekaligus guru politiknya.

”Ketika mengikuti acara menyambut tahun baru 2015 bersama bupati dan masyarakat di Alun-Alun Simpang Tujuh, tepat menjelang pergantian tahun beliau merasakan sakit dan saya bopong selanjutnya dilarikan ke rumah sakit,” tuturnya.

Bahkan, beberapa hari setelah dirawat di ICU RSU Mardi Rahayu, lanjutnya, Sunarto kondisinya sudah membaik dan bisa diajak berkomunikasi atau bercanda. Kepergian sekretaris fraksi yang juga anggota Komisi C DPRD Kudus ini menurutnya sangat mendadak dan diluar perkiraan siapapun.

”Semoga semua amal ibadahnya diterima Allah SWT dan diampuni semua kesalahannya. Begitu juga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan lahir dan batin,” tutur politisi yang bersaing memperebutkan kursi dari daerah pemilihan yang sama. (BJ12)