Home Headline Anggota DPRD Jateng Bangun Rumah Sumanto

Anggota DPRD Jateng Bangun Rumah Sumanto

527

SEMARANG 21/2 (Beritajateng.net) – Masih ingat Sumanto yang pernah heboh karena makan daging mayat manusia? Saat ini rumah orang tua Sumanto nyaris tidak layak dihuni oleh beberapa orang anggota keluarga, salah satunya adalah Nuryadi Karta (70) yang tidak lain adalah ayah Sumanto.

Rumah di Dukuh Grumbul Kedung Ketur, Desa Pelumutan RT 1 RW 1, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga seluas 7×7 meter itu dihuni tiga kepala keluarga berisi 14 jiwa. Rumah terbuat dari papan kayu dan gedhek tanpa kamar mandi dan jamban. Mereka mandi di tempat tetangga dan buang air besar di sungai.

Dari 14 jiwa itu, hanya tiga sampai empat orang yang memiliki penghasilan. Samen, ibu Samanto jual tempe keliling, adik Sumant, Karyono (34) tukang pijit, dan Mulyati (43) pembuat rambut palsu. Namun penghasilannya sangat mepet hingga tidak bisa memperbaiki rumah.

Melihat kondisi tersebut, Anggota DPRD jateng dari Fraksi Gerindra Yudhi Indras Wiendarto merasa prihatin dan dan berinisiatif untuk membangunkan rumah bagi mereka. Kebetulan rumah tersebut juga mendapat bantuan program pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Sebesar 10 juta rupaiah dan bantuan dari iuran masyarakat sebesar 4 juta rupiah. Sementara untuk membangun rumah tersebut dibutuhkan dana sekitar 30 juta rupiah.

“Total beaya 30 juta untuk mbangun rumah ini, kekuarangannya saya tutup, saya minta langsung dibangun agar dua bulan lagi sudah bisa ditempati,” ungkap Yudhi, (Selasa (21/2)

Berdasarkan Basis Data Terpadu Pemprov Jateng, dalam enam tahun terakhir, 2011-2016, penanganan rumah tak layak huni (RTLH) di Jateng baru mencapai 63.273 unit. Jumlah itu sangat kecil, hanya 3,6% jika dibandingkan dengan jumlah RTLH yang belum tertangani 1.691.660 unit.

Jutaan rumah tak layak huni itu tersebar di semua kabupaten/kota di Jateng. Persebaran terbanyak di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi.

Mengetahui data RTLH yang sedemikian banyak, Anggota Komisi E DPRD Jateng tersebut mendesak Pemprov Jateng dan pemerintah kabupaten/kota fokus pada program-program pengentasan kemiskinan secara langsung.

“Komposisi anggaran (APBD Jateng) untuk pengentasan kemiskinan kurang. Penanganan RTLH masih sangat kecil,” katanya.

Yudhi menambahkan, pengentasan kemiskinan bisa melalui sejumlah program di berbagai dinas. Bantuan langsung RTLH Rp 10 juta/rumah maupun pengembangan dan pendampingan UMKM. Jika semua dinas mengeroyok pengentasan kemiskinan melalui program-programnya, maka penurunan akan signifikan.

(NK)