Home Headline Anggota DPRD Blora Mencak Mencak Ditest Corona, Netizen Marah

Anggota DPRD Blora Mencak Mencak Ditest Corona, Netizen Marah

400
Capture video amatir Anggota DPRD Blora marah marah saat diperiksa Corona

SEMARANG, 20/3 (Beritajateng.net) – Aksi tidak simpatik ditunjukkan Anggota DPRD Kabupaten Blora saat akan ditest Corona usai melakukan Kunjungan Kerja ke Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Anggota dewan yang terhormat tersebut marah marah dan videonya viral di media social. Ulah tercela anggota dewan tersebut mendapat cemoohan dari ratusan netizen.

Diminta tanggapannya atas insiden yang menjadi viral tersebut, Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto menyayangkan sikap anggota legislatif Kabupaten Blora itu. Menurutnya, anggota DPRD itu wajib memberikan contoh kepada masyarakat terkait pencegahan pandemi virus corona, dengan cara bersedia dicek kesehatannya.

“Harusnya anggota DPRD itu memberikan contoh. Habis bepergian dari tempat yang terdampak wabah harusnya mau diperiksa. Bahkan, harus diisolasi 14 hari. Pemeriksaan tersebut juga untuk kepentingan anggota dewan sendiri. Ini kok malah enggak mau dan marah marah,” tutur Bambang kepada wartawan, Jumat (20/3).

Aksi penolakan yang disertai sikap marah-marah itu dilakukan anggota DPRD Blora seusai pulang dari kunker di Lombok. Saat tiba di Terminal Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (19/3), rombongan anggota DPRD itu disambangi tim Dinkes Blora yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Namun, upaya Dinas Kesehatan Blora itu urung terlaksana. Anggota DPRD Blora yang tidak terima diperiksa justru marah-marah. Aksi marah-marah anggota DPRD Blora itu pun terekam video berdurasi 30 menit. Video itu bahkan tersebar di media sosial dan sempat menjadi viral.

Video yang diunggah di akun Facebook @Video Update itu bahkan sudah ditonton sekitar 39.000 kali dan mendapat komentar pedas dari netizen.

“Ini namanya menjelekan semua anggota DPR… Mulutnya songong… Kalou loe dari DPR mang GK boleh d priksa…. Mudah2han ni orang kena virusss aminnnn,” tulis akun @Rachmat Sanjaya.

“pinter apa bpk e,smpe bgtu..,demi kesehatan wooooo,pak presiden aja mw d periksa ini,bru anggota dpr su balagu…,#GANJAR pranowo tolong d kondisikan orng2 sprti ini….,” sambung akun @Inda Najwasalbila.

Menurut Bambang, kunker saat negara sedang dilanda pandemi virus corona seharusnya tidak dilakukan anggota DPR. Bahkan, DPRD Jateng sudah membatalkan serangkaian kegiatan, termasuk kunker selama masa tanggap bencana nasional wabah corona berlangsung.

“Sebagai gantinya kita akan tugas anggota ke daerahnya masing-masing untuk memantau perkembangan kasus virus corona ini. Kita batalkan seluruh agenda, termasuk kunker,” ujar Bambang saat jumpa pers di Gedung Berlian, sebutan Kantor DPRD Jateng, Rabu (18/3).

Sementara pimpinan DPRD Kabupaten Blora melakukan reaksi cepat atas viralnya video anggota DPRD Kab Blora marah marah saat akan diperiksa Corona oleh petugas Dinkes setempat.

“Kali ini kami ingin meluruskan soal cek kesehatan oleh Dinkes, biar semua jelas dan kembali sejuk,” tandas Ketua DPRD Kabupaten Blora, HM Dasum, Jumat (20/3).

Hadir beberapa pejabat, antara lain Kapolres AKBP Ferry Irawan, Sekda Komang Gede Irawadi, dan Wakil Ketua DPRD Siswanto.

Dasum menjelaskan, permasalahan yang mengegerkan jagad maya (medsos) dan tayang di sejumlah media serta TV nasional, sebenarnya hanyalah salah paham antara DPRD dengan tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora.

“Dari pulang kunker NTB, saya telepon Dinkes agar pemeriksaan Covid-19 dialihkan ke Terminal Padangan, Bojonegro, Jatim,” bebernya.

Hanya saja, lanjut Dasum, ada salah satu anggotanya (HM Warsit, Red), salah paham dengan rencana pemeriksaan dan muncullah video viral dan hujan respons tidak sedap dari masyarakat.

Pejabat pelaksana tugas (Plt) Dinkes Kabupaten Blora, Lilik Hernanto, secara terbuka menjelaskan pemeriksaan anggota dewan di Terminal Padangan (pintu masuk) ke Blora, Jateng, adalah permintaan pimpinan dewan.

“Kami sudah siap pemeriksaan di RSUD Cepu, tapi pimpinan dewan minta ke Terminal Padangan, makanya petugas bergeser ke Padangan,” jelasnya.

Kapolres AKBP Ferry Irawan yang hadir di acara klarifikasi itu, menyinggung di running text sujumlah media TV nasional disebutkan anggota dewan enggan diperiksa.

“Saran kami, secepatnya ada jumpa pers untuk menjelaskan itu miss komunikasi, dan kenyataan cipta kondisi situasi kamtibmas di Blora aman, kondusif,” pesan Ferry.

Sebagaimana video beredar di dunia maya, HM Warsit (Partai Hanura), terlihat marah-marah kepada salah satu pejabat Dinkes, karena merasa tidak dihargai dengan memeriksa kesehatan di terminal.

HM Warsit, mantan Ketua DPRD dua periode dan mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Blora, menyamakan dirinya sebagai pejabat setingkat bupati, periksa kesehatan dewan di terminal tidak pas, dan minta semua yang masuk ke Blora harus dicek kesehatannya.

(NK)