Home Hukum dan Kriminal Anggota DPRD Batang Kembalikan Uang dari Kemendagri

Anggota DPRD Batang Kembalikan Uang dari Kemendagri

Sejumlah anggota DPRD Batang (kiri-kanan) Muafi, Acara Ariani, Junaenah, tuhlan. (Beritajateng.net/FUH
Sejumlah anggota DPRD Batang (kiri-kanan) Muafi, Acara Ariani, Junaenah, tuhlan. (Beritajateng.net/FUH
Sejumlah anggota DPRD Batang (kiri-kanan) Muafi, Acara Ariani, Junaenah, tuhlan. (Beritajateng.net/FUH

Batang, 11/11 (Beritajateng.net)-Takut terbelit kasus korupsi, sejumlah anggota DPRD Batang berniat kembalikan uang “cash back” yang diterima usai pelaksanaan Bintek Kemendagri di Semarang, Oktober lalu.

Sekretaris Komisi A, Acara Ariani mengatakan, diklat yang diadakan selama lima hari di Semarang 6 hingga 11 Oktober 2014 tersebut diikuti sekira 45 peserta dari berbagai komisi DPRD Batang.

“Jumlahnya ada sekitar 45 orang. Besaran saya tidak tahu sama atau tidak antara anggota dan ketua. Kalau saya Rp 700 ribu, mungkin teman-teman sama,” ungkapnya, Selasa (11/11).

Politisi Nurani Nasdem itu menjelaskan, terkait ungkapan kontroversi Ketua Dewan Kabupaten Batang, Imam Teguh Raharjo, bahwa tidak ada anggota DPRD yang bersih, dirinya dan sejumlah anggota dewan lain akan melakukan klarifikasi.

“Kita klarifikasi dulu. Namun sekarang pimpinan dan Sekwan tidak ada. Uang itu dari pusat, namun diserahkan melalui Sekwan,” imbuhnya.

Mu’afi, anggota komisi C menambahkan, jika penerimaan uang cash back Rp 700 ribu tersebut merupakan kesalahan, maka dirinya akan mengembalikan uang tersebut. “Saya, fraksi saya dan temen-temen baru yang lain, berniat mengembalikan itu. Kami sudah siap untuk mengembalikan uang Rp 700 ribu itu kepada Sekwan, kalau perlu ke Kejaksaan, jika nantinya ada masalah dengan uang itu,” jelasnya.

Persoalan itu bertolak pada ungkapan ketua DPRD Batang, pada Senin (10/11) bahwa, tidak ada anggota DPRD yang bersih, semua dewan itu kotor. Hal itu didasarkan dengan telah diterimanya uang cash back usai pelaksanaan Bintek Kemendagri. Dalam kesempatan itu, semua anggota dewan yang mengikuti diklat mendapat uang rata-rata Rp 700 ribu. (FUH/pj)