Home Headline Anggiasari Ajak Kaum Milenial Berinovasi Kembangkan Bisnis

Anggiasari Ajak Kaum Milenial Berinovasi Kembangkan Bisnis

383

SEMARANG, 21/3 (BeritaJateng.net) – Anggiasari Puji Aryatie, politisi muda dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) mengajak kaum muda milenial di Yogyakarta untuk berinovasi dan berkreatifitas dalam mengembangkan usaha.

“Sebagai kader dan politisi muda NasDem, saya mendukung penuh kreatifitas generasi muda untuk menciptakan peluang bisnis yang sesuai dengan minat dan bakat mereka,” ujar Anggia kepada wartawan, Kamis (21/3).

Caleg NasDem dari Dapil DIY itu mengatakan, banyak generasi muda di Yogyakarta yang telah mengembangkan industri kreatif yang memiliki nilai lokal dan budaya. Salah satunya adalah kerajinan kulit. Bahkan pasar dari produk tersebut sudah mendunia, tentu dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Contohnya di Yogya banyak pengrajin kulit anak muda, dan produknya sudah merambah pasar internasional, dengan bantuan teknologi dan penjualan online,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Anggia mengatakan, para pelaku industri kreatif dan seniman di Yogya memiliki wadah untuk saling berbagi pengetahuan tentang seni dan budaya. Dengan demikian, nilai-nilai budaya akan tetap terlestarikan di tengah kemajuan zaman.

“Yogya sangat terbuka untuk mengekspresikan kreatifitas mereka. Teman-teman muda ini menggali dan belajar dari para senior yang sudah menekuni bisnis kerajinan dan industri kreatif lainnya. Kemudian dikembangkan sesuai sesuai dengan perkembangan dan dinamikanya saat ini,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia, ada tiga hal yang perlu didorong kedepannya. Pertama, iklim usaha dan perdagangan yang nyaman, dimana akan berefek kepada terbukanya lapangan pekerjaan yang lebih luas. Kedua, peningkatan kapasitas para pelaku industri kreatif melalui pelatihan dan pendampingan. Ketiga adalah pasar dan jejaring.

“Penting juga bagi kaum muda untuk mengikutsertakan teman-teman kaum difabel yang bergerak di bidang itu,” ujar Anggia.

Dihubungi terpisah, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan, untuk meningkatkan program UMKM hingga ekspor perlu perhatian dan support dari pemerintah. Pertama, mulai dari support pembiayaannya. Kedua, bagaimana mempersiapkan keterampilan dan SDM pelaku UMKM.

“Di yogja punya SDM yang bagus, mungkin itu perlu dikembangkan lagi supaya lebih produktif dan kompetitif,” katanya.

Yang ketiga, memberikan akses yang luas untuk pemasarannya, sehingga produksi ekspornya meningkat.

Selama ini, diakuinya, UMKM masih terkendala jaringan distribusi dan logistiknya. Salah satunya pembiayaan transportasi ekspornya. “Mungkin perlu difasilitasi. Pemerintah perlu membantu UMKM supaya bisa eksis di luar negeri.”

Kendati begitu, ia mengakui, produk UMKM yang ada di Indonesia mempunyai kualitas yang baik. Di Jogja dan Jawa Barat, misalnya, ada industri padat karya yang berkualitas ekspor. Contohnya, tekstil dan kerajinan tangan.

“Kalau dilihat dari marketnya terbuka sangat luas, terutama negara yang berstatas sedang berkembang seperti di kawasan Afrika. Negara di Afrika membutuhkan produk primer, seperti pakaian, makanan, dan obat-obatan. Kita bisa produksi di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai latar, pertumbuhan industri kreatif di Yogyakarta sudah terlihat dalam satu dekade terakhir. Banyak faktor yang mendukung Yogyakarta dinilai nyaman bagi industri kreatif.

Pertama ialah ketersediaan sumber daya manusia, ditopang banyaknya perguruan tinggi dengan berbagai jurusan. Di luar kampus, berbagai komunitas kreatif bisa ditemukan di kota ini sebagai sarana untuk berbagi informasi dan pengetahuan antar anggotanya.

Faktor kedua Yogyakarta terkenal dengan biaya hidup yang relatif murah. Dari segi infrastruktur yang dibutuhkan seperti internet dan sewa bangunan bisa dikatakan cukup terjangkau. Hal ini menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang ramah untuk tumbuhnya perusahaan rintisan (startup) digital. Karena faktor-faktor itu, potensi industri kreatif digital di Yogyakarta sangat luar biasa besar.

Apalagi, saat ini kawasan Baciro, Kota Yogyakarta akan dibangun menjadi bisnis distrik berisi pusat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Convention Center, dan Hotel berbintang. Pengembangan kawasan itu sinergi dengan kawasan Stasiun lempuyangan dan PD Tarumartani.

Keberadaan bisnis distrik yang dilengkapi pusat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Convention Center, dan Hotel berbintang tersebut diharapkan mampu meningkatkan ekonomi DIY dan mencitrakan DIY sebagai kota wisata budaya dan MICE. (El)