Home DPRD Kota Semarang Anggaran Rp. 23 Miliar Disiapkan untuk Penyelenggaraan MXGP 2019

Anggaran Rp. 23 Miliar Disiapkan untuk Penyelenggaraan MXGP 2019

523
Jeffrey Herlings berhasil unggul di posisi pertama disusul Tim Gajser dan Clement Desalle. Tiga crosser ini berhasil menyabet juara di MXGP Seri 13 di Semarang. Foto by Herugodzy.

Semarang, 14/6 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang siap menyelenggarakan Kejuaraan Internasional Grand Prix Motocross MXGP seri ke-12 pada 14 Juli 2019 mendatang, di sirkuit BSB Mijen. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 23 miliar.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu seusai rapat paripurna di gedung DPRD kota Semarang yang membahas permohonan persetujuan nota kepemahaman  (memorandum of understanding/ MoU) Penyelenggaraan Kejuaraan Internasional Motocross MXGP 2019.

Menurut Hevearita, proses pengajuan anggaran itu perlu di setujui oleh anggota Dewan karena  kegiatannya melibatkan pihak swasta  sebagai pemegang lisensi .“Besar anggaran itu mencapai Rp 23 miliar untuk menggelar kejuaaran, karena itu termasuk untuk lisensi kegiatan,” kata Ita sapaan Hevearita kepada awak media.

Mengenai pendanaan, kata Ita, untuk pelaksanaan  tahun ini berbeda karena dananya tidak sebesar penyelenggaraan MXGP pada 2018 lalu. Untuk tahun lalu, dana yang dibutuhkan sangat besar karena harus membangun sirkuit.

“Selain itu, mekanisme pembiayaan juga berbeda ya. Kalau dulu dengan model hibah sedangkan pada  2019 ini, penyelenggaraan di serahkan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk bekerja sama dengan pihak swasta,” kata Ita. Karena  melibatkan pihak swasta, Pemkot perlu meminta persetujuan dari Dewan.

Menyinggung tentang persiapan yang dinilai mendadak, menurut Ita, sejauh ini, persiapan sudah dilakukan dan masih terus berjalan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, mengharapkan  MXGP 2019 dilakukan secara transparan, mulai dari pembahasan, keputusan sampai pelaksanaanya, sehingga  permasalahan  yang terjadi pada  MXGP tahun 2018 lalu tidak lagi terulang.

Menurut Supriyadi, perubahan mekanisme dana kegiatan yang semula hibah menjadi kegiatan Dispora kota, akan memudahkan  pengawasan kegiatan. “Pertanggungjawaban kegiatan akan lebih jelas karena yang menyelenggarakan adalah Dispora. Ini berbeda pada tahun lalu yang berasal dari dana hibah,” katanya.

Dengan mekanisme tersebut,  diharapkan  Pemerintah Kota Semarang memperoleh keuntungan melalui tiketing ataupun sponsor.

Dalam website resmi MXGP.com, kota Semarang  tercantum sebagai penyelenggara event seri ke 12 dengan menggunakan trek sirkuit motocross di Bukit Semarang Baru (BSB) Mijen Semarang. (El)