Home Lintas Jateng Anggaran Pasar Batang 85 M “Dikecam”

Anggaran Pasar Batang 85 M “Dikecam”

Pasar Batang (dok.)

Batang, 16/11 (BeritaJateng.Net) -Revitalisasi Pasar Batang dengan anggaran Rp 85 miliar APBD murni dinilai tidak masuk akal. Selain itu, anggaran tersebut juga dinilai terlalu menguras dana APBD.

 

Terlebih lagi,  pembangunan pasar yang direncanakan dua lantai itu, dianggap mengesampingkan prioritas insfrastruktur lain seperti kerusakan jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Batang.

 

Anggota Komisi C DPRD Batang, Mu’afi mengatakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pasar Batang kurang dari Rp 500 juta per tahun. “Seharusnya sudah bisa dihitung dong, sehabis dibangun nanti berapa banyak yang akan di setor sebagai pendapatan. Dari sisi inipun sudah gak masuk akal,” ungkapnya, kemarin.

 

Mestinya untuk membangun pasar, lanjut Muafi, pemerintah harus berorientasi pendapatan daerah. Bukan menghabiskan anggaran daerah. Oleh karena itu, Bupati dan jajarannya diminta meninjau ulang tentang sumber dana dan besaran dana pembangunan pasar tersebut. Sebab, di sisi lain, infrastruktur yang ada, di antaranya jalan-jalan banyak yang rusak tidak tersentuh perbaikan.

 

“Kalau tetap seperti ini yang geram ya rakyat juga. Tidak akan ada artinya punya alun-alun yang megah dan pasar bertingkat 10 sekalipun, kalau yang bersentuhan dengan kehidupan sehari hari lepas dari perhatian,” tukasnya.

 

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPRD Batang Imam Teguh Santosa. Menurutnya dalam pembangunan pasar di antaranya terdapat tiga hal, yakni FS, feasibility study (studi kelayakan), DED (Detail Engineering Design), dan penganggaran.

 

“Penganggaran ini harus dengan arif dan bijak. Tidak meninggalkan namanya FS. FS belum jadi, kok akan menggarap pasar 85 M. Pasar Batang setahun hanya Rp 160 juta pendapatannya. Sekarang anggaran pembangunan Rp 85 M,  mau selesai berapa tahun menyelesaikan keuangan daerah,” jelasnya, kemarin.

 

Dengan digelontorkannya Rp 85 M dari APBD, paling tidak, kata Teguh, dana di semua SKPD akan tersedot 13 hingga 17 persen. Padahal, prioritas lain seperti fasilitas untuk pelayanan  umum di 15 kecamatan, 248 desa di Batang, masih banyak yang perlu penanganan. “Sebentar lagi musim banjir. Batang juga belum punya embung untuk mengatasi banjir,” timpalnya.

 

Oleh karena itu, kata Teguh, harus dilakukan kaji ulang terkait anggaran pembangunan Pasar Batang. Sebab masih banyak prioritas di sektor lain seperti kesehatan, pendidikan dan lainnya. Pengkajian ulang tersebut juga harus dilakukan secara arif dan bijaksana, yakni bercermin kepada keberpihakan terhadap masyarakat. Bukan berorientasi kepada proyek besar.

 

“APBD Batang total sekitar Rp 1,37 Triliun, masuk 85 M untuk pembangunan Pasar Batang dan 3,2 M untuk pasar darurat. Lalu yang lain mau dapat apa,” tandasnya.

 

Teguh berujar, pemerintah juga harus mempunyai niat dan tujuan baik jika memang ada unsur untuk mengangkat  masyarakat. Dia menyontohkan, daripada dibangun dua lantai dengan biaya Rp 85 Miliar, lebih baik hanya Rp 8 M hingga Rp 10 M digunakan untuk membangun lapak-lapak dan kios pedagang.

 

“Dan itu  free, pedagang jangan suruh bayar,” timpalnya.

 

Sebelumnya,  Sekda Kabupaten Batang Nasikhin mengatakan, anggaran Rp 85 M tersebut dilakukan secara multi year menggunakan APBD murni 2015 dan 2016. Untuk 2015 pihaknya menganggarkan Rp 50 miliar, sedangkan 2016 dianggarkan sebesar Rp 35 miliar.

 

“Pembangunan pasar dua tahun anggaran, total Rp 85 miliar, angka dari DED. Jangan dilihat nilainya, itu masih akan di cek secara teknis oleh Dinas Cipta Karya dan juga hasil lelang. Hasilnya itu nanti yang menjadi patokan. Sehingga nanti bisa berkurang dari 85, bisa 80 atau 75,” ungkap Nasikhin beberapa waktu lalu.

 

Usulan anggaran sebesar Rp 50 miliar dalam APBD murni 2015, kata Nasikhin, telah disetujui DPRD Batang dan ditandatangani dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Priorita Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) pada bulan Juli 2014 lalu. Sedangkan untuk proses lelang direncanakan bakal dilakukan pada bulan Januari hingga Februari.

 

“Pembangunan ini sudah menjadi program Pak Bupati. Itu kan di tengah kota, cerminan kota. Di pusat kota masak kumuh. Renovasi itu tidak memberatkan pedagang, karena dana seluruhnya berasal dari APBD,” paparnya.

 

Bangunan Pasar Batang nantinya akan berbentuk dua lantai dengan luasan bangunan semula 1,4 hektar menjadi 2 hektar. Selain itu, lokasinya bergeser (ke Utara) sekira lima meter dari jalan utama jalur Pantai Utara (Pantura). Sehingga harus membebaskan lahan yang kini masih ditempat sejumlah warga.

 

Sementara itu proses pembangunan pasar sementara masih berlangsung. Kontraktor pelaksana Pasar Batang sementara tersebut adalah PT Citra Anak Bangsa dengan nilai Rp 3,1 miliar. Waktu pelaksanaannya selama 105 hari kalender, mulai tanggal 1 September hingga 14 Desember 2014. (fuh/pri)