Home News Update Amblesnya Jalan Inspeksi Dikhawtirkan Meluas

Amblesnya Jalan Inspeksi Dikhawtirkan Meluas

444
0

downloadfile-2Semarang, 26/1 (beritajateng.net) – Dinas Bina Marga Kota Semarang khawatir amblasnya jalan inspeksi kali Semarangsemakin melebar hingga mengenaijembatan Berok yang hanya berjarakkurang dari 20 meter dari lokasi amblasnya jalan.

Pembersihan sedimentasi  kali Semarang yang dilaksanakan satuan kerja (Satker) pemerintah Provinsi Jawa Tengah,seperti diketahui telah berakibat fatal dengan amblasnya jalan inspeksi betondengan panjang sekitar 200 meter. Meski kewenangan normalisasi kali semarang bukan ranah dari Dinas Bina Marga kota Semarang, namun betonisasi jalan tersebut faktanya dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga di tahun 2013.

Dengan kejadian amblasnya jalan ini,Kepala Dinas Bina Marga kota Semarang Iswar Aminuddin mengaku khawatir dan menyesalkan pelaksanaan proyek pengerukan.

Apalagi jalan yang amblas hampir satu meter tersebut,  tidak jauh dari jembatan berok yang merupakan jembatan utama dan peninggalan dari pemerintah Hindia Belanda. “Lokasi jalan amblas yang kurang dari 20 meter ini, dikhawatirkan kerusakannya akan merembet ke jembatan Berok,” papar Iswar.

Untuk mengetahui dan mengantisipasi kerusakan tersebut, pihaknya akan segera mengirim tim untuk cek lapangan,kondisi terkini lokasi.

Menurut Iswar, Dinas Binamarga menerima surat dari Satker, mengenai kronologi kejadian amblasnya jalan inspeksi dan robohnya talud kali Semarang.

Iswar menjelaskan, dalam surat tertanggal 20 Januari 2015 tersebut tertulis pihak Satker bertanggung jawab atas amblasnya dan robohnya talud dengan memperbaiki kembali dalam waktu dekat.

Iswar justru menanyakan 3 point penyebab amblasnya jalan inspeksi yang tertulis dalam surat tersebut, karena dalam surat tersebut dinyatakan bahwa tidak adanya saluran drainase untuk membuang air ke kali Semarang,  lapisan tanah berupa soft  soil atau lembek serta tanah jenuh yang menjadi dasar pihak satker jalan ambles.

“Anehnya dalam surat ini, pihak Satker tidak menyinggung sama sekali penemuan dan pengambilan tiang pancang oleh operator begu, seperti yang disampaikan beberapa orang saksi di lapangan,” ujar Iswar. (BJ05)