Home Ekbis Amankah Menyimpan Uang di Bank ?

Amankah Menyimpan Uang di Bank ?

FWpjt

SEMARANG, 23/6 (BeritaJateng.net) – Mungkin masih banyak yang beranggapan bahwa menabung di bank sangat aman? Apakah Anda masih ingat kasus likuidasi bank, dimana banyak penabung yang kehilangan uangnya pada tahun 1998?

Anda juga mungkin masih ingat kasus bank Century yang menjual produk investasi bodong? Atau banyak pula kasus-kasus kejahatan perbankan dimana uang nasabah sebuah bank tiba-tiba terkuras?

Kasus-kasus itu membuat masyarakat panik, takut dan bahkan trauma menyimpan uangnya atau berinvestasi di bank.

Pertanyaan besar di masyarakat, apakah semua dana nasabah dijamin oleh pemerintah? Apalagi setelah berakhirnya program penjaminan pemerintah atas simpanan dana nasabah di bank, dimana program penjaminan pemerintah tersebut akan dihapuskan atau diubah formatnya sehingga tidak semua simpanan dana masyarakat diperbankan dijamin oleh pemerintah.

Oleh karenanya Anda para pemilik dana harus pandai-pandai menilai dan memilih bank yang sehat sebagai partner dalam aktivitas usaha ataupun tempat untuk menyimpan dana.

Fakta-fakta yang pernah terjadi dalam dunia perbankan di Tanah Air itu akan menjadi bahasan menarik dalam seminar nasional yang digelar Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jateng (FWPJT) bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Jateng dan DIY serta Bank Jateng, Kamis (26/6) besok.

Seminar nasional bertema “Amankah Menyimpan Uang di Bank: Menelisik Modus Kejahatan Perbankan” itu akan digelar di Aula Lantai VIII Bank Jateng Jl. Pemuda Semarang, mulai pukul 15.00 hingga selesai.

Seminar menghadirkan pembicara Kepala OJK Jateng & DIY Y Santoso Wibowo, Kasubdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng AKBP Sugeng Triyarto, Ketua Perbarindo Jateng Dadi Sumarsana, Dirut Bank Jateng Supriyatno, serta Guru Besar Ekonomi Undip Semarang FX Soegiyanto. Seminar dipandu jurnalis SCTV, Teguh Hadi Prayitno, yang juga Ketua FWPJT.

Seminar mengundang berbagai kalangan mulai dari masyarakat umum, aktivis mahasiswa/LSM, anggota dewan, praktisi hukum, praktisi perbankan, akademisi, dan pemerintah daerah. (BJ)