Home Ekbis Alfamart Kembali Berlakukan Kantong Plastik Tidak Gratis

Alfamart Kembali Berlakukan Kantong Plastik Tidak Gratis

573
Penggunaan kantong plastik berbayar untuk menekan penggunaan kantong plastik berlebihan.

SEMARANG, 9/7 (BeritaJateng.net) – Ikut mendukung program pemerintah dalam menangani permasalahan sampah plastik di Indonesia, jaringan ritel Alfamart kembali memberlakukan uji coba kantong plastik berbayar secara Nasional mulai 1 Juli 2016.

Langkah ini disepakati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyusul berakhirnya masa uji coba pertama yakni 21 Februari – 31 Mei 2016, dimana masyarakat yang berbelanja di toko ritel modern diimbau membawa tas belanja sendiri atau dikenakan Rp 200 per kantong plastik.

“Masyarakat merespons positif uji coba lalu, namun masih belum menjangkau seluruh daerah di tanah air, melanjutkan uji coba kedua ini kami akan memberikan edukasi kepada konsumen agar masyarakat terbiasa membawa tas belanja sendiri saat ingin berbelanja ujar Nur Rachman, Corporate Communication GM Alfamart.

Alfamart mengajak masyaakat untuk beralih menggunakan kantong ramah lingkungan untuk mengurangi plastik.
Alfamart mengajak masyaakat untuk beralih menggunakan kantong ramah lingkungan untuk mengurangi plastik.

Nur Rachman menjelaskan, KLHK telah mengeluarkan Surat Edaran Dirjen No. SE/8/PSLB3/PS/PLB.0/5/2016 *tentang Pengurangan Sampah Plastik Melalui Penerapan Kantong Belanja Plastik Sekali Pakai Tidak Gratis.

Menurut Nur Rachman, selama masa uji coba, pengelola ritel modern akan melaporkan penggunaan kantong plastik kepada KLHK melalui Aprindo dan hasilnya menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah.

“Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi KLHK terlihat penurunan penggunaan kantong plastik sebesar 25-30 persen selama masa uji coba 3 bulan lalu, di mana 87.2 persen masyarakat menyatakan dukungannya dan 91.6 persen bersedia membawa kantong belanja sendiri dari rumah. Kami optimistis, program ini dapat mengubah perilaku konsumen jika semua pihak ikut mendukungnya,” paparnya.

Dia menambahkan, perusahaan juga akan terus membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat melalui berbagai media agar masyarakat memahami tujuan program ini, serta mengetahui dampak negatif limbah plastik bagi lingkungan.

“Kami terus mengimbau konsumen untuk membawa tas belanja sendiri. Namun, bila konsumen masih tetap membutuhkan kantong plastik dapat membeli senilai Rp200 per kantong. Mekanismenya sama seperti membeli produk lainnya, kasir akan scan barcode kantong plastik dan bukti pembayarannya akan tertera pada struk belanja,” tutur  Nur Rachman.

Saat ini spesifikasi kantong plastik yang digunakan sebagian besar ritel modern seperti Alfamart sudah menggunakan plastik jenis biodegradable seperti oxium, greene, dan IPI yang mudah terurai. (Bj)